Kudus  

Pengelola & Penjamah Kantin Dilatih, Tekankan Keamanan Pangan

JELASKAN: Pemateri pelatihan sedang menjelaskan materi tentang keamanan pangan siap saji di Ulam Sari Resto pada Rabu, (17/9). (DYAH NURMAYA SARI/JOGLO JATENG)

KUDUS, Joglo Jateng – Dalam upaya meningkatkan kualitas pengelolaan makanan serta mencegah risiko penyakit akibat makanan, Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus menyelenggarakan Pelatihan Keamanan Pangan Siap Saji bagi pelaku usaha makanan. Kegiatan ini menyasar pengelola dan penjamah makanan kantin, warung makan, hingga pelaku usaha rumahan, Rabu (17/9).

Pelatihan ini membekali peserta dengan berbagai materi penting. Seperti Kebijakan Keamanan Pangan, Penggunaan Bahan Tambahan Pangan (BTP), Prinsip Higiene Sanitasi, Personal Hygiene, dan pengolahan makanan yang sesuai dengan nilai gizi.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus, dr. Andini Aridewi, melalui Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, dr. Edi Kusworo menjelaskan, pelatihan ini penting. Sebab untuk meningkatkan kompetensi para penjamah makanan.

“Pelatihan ini merupakan salah satu syarat untuk menjalankan usaha makanan yang sesuai dengan regulasi. Khususnya Permenkes Nomor 14 Tahun 2021 tentang penyelenggaraan usaha berbasis risiko sektor kesehatan,” terangnya.

FOKUS: Peserta pelatihan fokus memperhatikan materi yang disampaikan di ruang pertemuan Ulam Sari Resto, baru-baru ini. (DYAH NURMAYA SARI/JOGLO JATENG)

Ia menegaskan, semua pelaku usaha makanan, baik di kantin sekolah, warung makan, PKL, hingga jasa boga, perlu memahami dasar hukum. Serta prinsip-prinsip pengelolaan makanan yang aman dan sehat.

“Pelatihan ini memberikan sertifikat yang menjadi persyaratan legal bagi pelaku usaha. Selain itu, peserta juga memahami pentingnya penyimpanan bahan makanan yang benar, penggunaan BTP yang sesuai, hingga prinsip-prinsip sanitasi,” imbuhnya.

Salah satu pemateri, Budiarto menyampaikan materi mengenai kebijakan keamanan pangan siap saji. Pelaku usaha, terutama kantin sekolah dan UMKM penting untuk memahami peraturan dan standar keamanan pangan. Seperti penggunaan bahan tambahan harus sesuai takaran dan tidak sembarangan. Ia menekankan pentingnya kebersihan diri penjamah makanan.

PAPARKAN: Pemateri pelatihan keamanan pangan siap saji, Budiarto memaparkan materi di ruang pertemuan Ulam Sari Resto pada Rabu, (17/9). (DYAH NURMAYA SARI/JOGLO JATENG)

“Personal hygiene itu sangat penting. Saat sakit misalnya, sebaiknya tidak terlibat langsung dalam proses penyajian makanan untuk menghindari penularan penyakit,” tuturnya.

Pemateri lainnya, Susmarianti Kurniasih dari Seksi Kesga Gizi Dinkes Kudus. Ia menyoroti pentingnya cara pengolahan bahan makanan agar tetap aman dan bergizi.

“Setiap bahan makanan punya karakteristik yang berbeda. Kalau salah mengolah, bisa kehilangan gizinya. Misalnya, sayuran jangan dimasak terlalu lama agar vitamin tidak rusak. Jangan hanya mengejar rasa enak atau tampilan menarik, tapi lupa akan manfaatnya bagi tubuh. Makanan harus aman, sehat, dan bergizi,” tambahnya. (uma/fat)