Terkait penanganan abrasi, Bupati Jepara Witiarso Utomo juga sudah mengirimkan surat ke Menteri Pekerjaan Umum. Surat tertanggal 18 Maret 2025 itu juga ditembuskan kepada berbagai pihak terkait mulai dari Menteri PPN/ Bappenas, Menteri Kelautan dan Perikanan, Ketua Komisi V DPR RI hingga Gubernur Jawa Tengah.
Dalam surat tersebut juga dicantumkan kawasan pesisir yang terdampak abrasi. Mulai dari kawasan Jepara selatan seperti Pantai Desa Surodadi, Pantai Desa Bulak Baru, Pantai Desa Tanggul Tlare (Kecamatan Kedung) dan Pantai Desa Semat, Kecamatan Tahunan.
Lalu ada juga pantai di kawasan utara seperti Pantai Desa Jambu (Kecamatan Mlonggo) Pantai Desa Bondo (Bangsri), Pantai Desa Tubanan (Kembang) hingga Pantai Desa Bandungharjo (Donorojo).
Bupati Witiarso Utomo juga menekankan pentingnya penanaman mangrove untuk mengatasi abrasi dan sekaligus menjaga ekosistem kawasan pesisir. Menurutnya penanaman mangrove seperti yang dilakukan di Pantai Mororejo bukan sekadar seremoni, tetapi bagian dari upaya menjaga alam agar tetap bermanfaat hingga generasi mendatang.
Sementara itu, Dandim 0719/Jepara Letkol Arm Khoirul Cahyadi mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan pantai, mengingat Jepara memiliki garis pantai panjang yang menjadi daya tarik wisatawan. Ia juga menambahkan, perubahan iklim dan cuaca menuntut adanya langkah nyata untuk mencegah abrasi. Salah satunya dengan penanaman mangrove.
“Semoga kegiatan ini membuat pantai lebih indah, wisatawan semakin banyak ke Jepara, dan penanaman mangrove bisa menjadi wisata baru sekaligus mencegah abrasi,” ungkap Dandim. (oka/gih)










