Wabup juga mengimbau kepada seluruh pihak sekolah agar lebih aktif melaporkan kondisi kerusakan sejak dini. Sehingga penanganan dapat segera dilakukan tanpa menunggu situasi membahayakan.
“Kami ingin memastikan anak-anak di Kudus dapat belajar dengan aman dan nyaman. Pemerintah hadir dan terus berupaya memberikan solusi terbaik bagi dunia pendidikan,” tegas Bellinda.
Sementara itu, Plt. Kepala SD 2 Bae, Zubaedi menyampaikan, kerusakan ruang kelas sudah mulai tampak sejak awal 2025 dan memburuk sejak Maret akibat cuaca ekstrem. Pihaknya berharap dengan kunjungan Wakil Bupati, perbaikan dapat segera terealisasi.
“Kami telah mengusulkan perbaikan ke Disdikpora melalui Dapodik, dan berharap dengan kedatangan Ibu Wabup, proses tindak lanjutnya dapat berjalan lebih cepat,” ungkapnya.
Perlu diketahui, pada APBD 2025, Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Kudus mengalokasikan Rp9,3 miliar untuk perbaikan 58 sekolah rusak. Sementara pada APBD Perubahan 2025, kembali dianggarkan Rp4,1 miliar untuk rehabilitasi 24 sekolah serta perawatan rutin bangunan pendidikan.
Melalui langkah responsif ini, Pemkab Kudus menegaskan keseriusannya dalam menjamin keselamatan peserta didik dan memperkuat kualitas infrastruktur pendidikan di daerah.(hms/fat)










