Kepala Bidang Ketahanan Pangan, Ari Mulyani menambahkan, pangan yang dijual difokuskan pada komoditas strategis pemicu inflasi. Mulai dari beras, gula pasir, minyak goreng, telur, cabai, hingga bawang kami hadirkan dengan harga lebih murah.
“UMKM pangan lokal juga kami libatkan agar produk mereka semakin dikenal,” ujarnya.
Ketua DWP Kudus, Rina Herawati Revlisianto menyatakan dukungannya terhadap GPM. Dirinya berharap kegiatan ini bisa lebih ditingkatkan frekuensinya.
“Kami sudah rutin ikut sejak awal. GPM ini sangat membantu masyarakat, karena harga bahan pokok lebih murah dibandingkan pasar. Harapannya bisa ditambah frekuensinya, jangan cuma sebulan sekali,” ujarnya.
Ia juga mengajak anggota DWP lainnya untuk terus ikut aktif dalam GPM. Baik sebagai pembeli, penjual, maupun penggerak di lapangan.
“Kami tidak hanya berjualan, tapi juga ikut membeli dan mengajak masyarakat. Ini bentuk nyata partisipasi kami untuk mendukung ketahanan pangan daerah,” tambahnya.
Dari pantauan di lapangan, antusiasme masyarakat sangat tinggi. Banyak warga datang sejak pagi, dan sejumlah komoditas langsung ludes dalam waktu kurang dari satu jam. (uma/fat)










