SEMARANG, Joglo Jateng – Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Tengah, Heri Pudyatmoko, menegaskan pentingnya integrasi nilai-nilai budaya lokal dalam sistem pendidikan sebagai upaya membangun karakter generasi muda dan memperkuat jati diri daerah.
Menurut Heri, pendidikan tidak hanya bertujuan mencetak generasi yang cerdas secara akademik, tetapi juga yang berkarakter kuat, berakhlak mulia, dan memiliki kepedulian terhadap identitas serta warisan budayanya.
“Untuk itu, budaya lokal perlu menjadi bagian tak terpisahkan dalam proses pendidikan formal maupun nonformal,” katanya dalam FGD bertema “Integrasi Nilai Budaya Lokal dalam Pendidikan dan Pembangunan Karakter Daerah” di Kota Semarang, belum lama ini.
Dia menekankan, budaya ialah akar dari identitas kita sebagai bangsa dan daerah. Jika nilai-nilai luhur ini tidak ditanamkan sejak dini dalam pendidikan, risikonya akan kehilangan arah dan kehilangan karakter sebagai masyarakat Jawa Tengah.

Ia menyebutkan, banyak nilai budaya lokal seperti gotong royong, tepa salira, unggah-ungguh, serta rasa hormat kepada orang tua dan guru, yang sejatinya sangat relevan dengan tujuan pendidikan karakter.
“Nilai-nilai tersebut dapat memperkuat integritas, toleransi, dan etos kerja generasi muda jika diinternalisasikan secara sistematis dalam kurikulum dan praktik pendidikan sehari-hari,” ungkap dia.
Dalam hal ini, guru dan tenaga pendidik memiliki peran penting dalam menanamkan nilai-nilai budaya melalui pendekatan kontekstual yang mengaitkan pelajaran dengan realitas lokal.










