PURWOREJO, Joglo Jateng – Polres Purworejo kembali melakukan panen raya jagung di kuartal tiga 2025 ini. Panen raya jagung jenis pioner 27 seluas satu hektar itu, di Desa Kalimiru, Kecamatan Bayan, Kabupaten Purworejo, belum lama ini.
Panen tersebut sebagai upaya menjaga stabilitas dan ketahanan pangan di Purworejo menunjukkan hasil nyata. Kegiatan panen ini juga merupakan puncak dari program penanaman yang telah dimulai sejak awal Juli 2025 lalu, sebagai hasil kolaborasi antara Polres, Pemkab, Pemdes Kalimiru dan Kelompok Tani Kalimiru.
Kegiatan ini diawali dengan peluncuran operasional mesin combine harvester atau mesin pemanen jagung yang kini dimiliki oleh Desa Kalimiru. Kemudian, panen dilakukan secara simbolis oleh jajaran Forkopimda Purworejo dan dilanjutkan secara massal oleh Kelompok Tani setempat.
Panen kali ini diklaim maksimal berkat kolaborasi yang kuat dan penggunaan teknologi pertanian modern. Proses penanaman dan perawatan didukung oleh SDM yang mumpuni, serta peralatan modern seperti traktor, alat penyiram pupuk dan obat menggunakan mesin drone, hingga pemanfaatan mesin combine harvester untuk pemanenan.
“Pentingnya sinergi berbagai pihak, sekaligus memberikan catatan terkait hasil panen. Untuk hasilnya karena ini musim hujan, kadar airnya masih banyak dan perlu proses pengeringan lagi sebelum dikirimkan ke Gudang Bulog,” kata Kapolres Purworejo AKBP Andry Agustiano, belum lama ini.
AKBP Andry bekerja sama dengan Kades Kalimiru menginisiasi modernisasi produksi jagung, mulai dari pengolahan lahan menanam bibit, merawat tanaman sampai dengan memanen jagung dengan menggunakan teknologi modern yang saat ini telah dimiliki. Dengan demikian, mampu menambah hasil panen di Desa Kalimiru karena semua kegiatan lebih efektif dan efisien.
Sementara itu, Wakil Bupati Purworejo Dion Agasi mengatakan, produksi jagung memang menurun dibanding tahun lalu karena sebagian petani kembali menanam padi. Namun, dengan sinergi pemerintah daerah, Polres dan Kodim, target nasional diyakini akan tercapai.
“Modernisasi pertanian menjadi salah satu kunci mengejar target. Desa Kalimiru menjadi contoh nyata melalui kerja sama dengan BUMDesma Kecamatan Bayan, yang berhasil melaksanakan panen jagung pertama di Purworejo menggunakan corn harvester,” terang Dion.
Sedangkan, Kepala Desa Kalimiru, Agung YP mengapresiasi, kolaborasi tersebut sebagai kunci keberhasilan. “Pencapaian ini berkat kolaborasi masyarakat, Kades se-Kecamatan Bayan dan Forkopimda Purworejo. Semoga bisa menjadi sebab perubahan dan kemajuan pertanian Purworejo,” ungkapnya.
Hasil panen jagung tersebut, direncanakan akan disalurkan langsung ke Bulog untuk memperkuat stok dan menjaga stabilitas pangan daerah. (mrn/sam)










