Lestarikan Budaya lewat Pagelaran Wayang Kulit Gagrag Banyumas

Hadirkan 5 Dalang Cilik dan 2 Dalang Senior

SIMBOLIS: Kabid Kebudayaan Dinporabudpar Banyumas Fendi Rudianto memberikan wayang kulit kepada dalang cilik Ki Ahlan Alam Hagriya sebagai pengantar pembuka pertunjukan wayang di kompleks Menara Pandang Teratai Purwokerto, Sabtu (15/11) malam. (MUHAMMAD ABDUL MUTTHOLIB/JOGLO JATENG)

Sementara itu, Dalang Wayang Gagrag Banyumasan, Ki Cithut Purbacarita menjelaskan, Pagelaran Wayang Kulit Gagrag Banyumasan bertujuan untuk mengenalkan seni wayang kepada generasi muda di Banyumas, agar tertarik pada kesenian tradisional. Sebab menurutnya, kebudayaan tradisional, khususnya wayang saat ini mengalami penurunan peminat yang cukup signifikan.

“Pagelaran wayang ini selain dalam rangka memperingati Hari Wayang Nasional, sekaligus memperkenalkan seni wayang kepada anak-anak. Harapannya, di masa depan mereka mau melanjutkan tradisi pedalangan agar tidak terlupakan,” ujarnya.

Dengan adanya kegiatan ini, Ki Cithut berharap ke depan akan ada banyak festival wayang serta lebih banyak dukungan dan perhatian dari pemerintah terhadap dunia seni, khususnya pewayangan. “Jangan sampai kesenian wayang ini terlupakan. Oleh karena itu, regenerasi diperlukan dan hal itu tentu butuh dukungan dari pemerintah, baik daerah maupun pusat,” tandasnya.

TAMPIL: Dalang cilik Ki Ahlan Alam Hagriya saat menjadi dalang membawakan lakon Anoman Duta di kompleks Menara Pandang Teratai Purwokerto, Sabtu (15/11) malam. (MUHAMMAD ABDUL MUTTHOLIB/JOGLO JATENG)

Pagelaran Wayang Kulit Gagrag Banyumasan 2025 berlangsung meriah. Terlihat dari antusias pengunjung yang memadati sekitar lokasi panggung. Bahkan meski diguyur hujan, para pengunjung tetap berada di sekitar tenda untuk melihat aksi dari dalang yang tampil.

Salah satu pengunjung asal Sokaraja, Septi Atikasari (27) merasa senang dapat mengikuti Pagelaran Wayang Kulit Gagrag Banyumasan 2025. Ia merasa kagum dengan penampilan salah satu dalang cilik, yakni Ki Ahlan Alam Hagriya.

“Apa lagi dia (Ki Ahlan, red) tampilnya pakai bahasa Inggris. Luar biasa sekali. Tadi saya lihat, sepertinya banyak juga penonton yang merasakan hal sama. Semoga kegiatan semacam ini lebih sering diadakan lagi ke depan,” paparnya. (abd/sam)