Lestarikan Budaya lewat Pagelaran Wayang Kulit Gagrag Banyumas

Hadirkan 5 Dalang Cilik dan 2 Dalang Senior

SIMBOLIS: Kabid Kebudayaan Dinporabudpar Banyumas Fendi Rudianto memberikan wayang kulit kepada dalang cilik Ki Ahlan Alam Hagriya sebagai pengantar pembuka pertunjukan wayang di kompleks Menara Pandang Teratai Purwokerto, Sabtu (15/11) malam. (MUHAMMAD ABDUL MUTTHOLIB/JOGLO JATENG)

BANYUMAS, Joglo Jateng – Dalam rangka memperingati Hari Wayang Nasional 2025, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyumas melalui Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan Dan Pariwisata (Dinporabudpar) menggelar Pagelaran Wayang Kulit Gagrag Banyumas, di kompleks Menara Pandang Teratai Purwokerto, Sabtu (15/11). Kegiatan ini bertujuan untuk melestarikan budaya wayang, didukung oleh Persatuan Pedalangan Indonesia (Pepadi) Banyumas dan berbagai sanggar seni di wilayah setempat.

Kepala Dinporabudpar Banyumas Setia Rahendra, melalui Kabid Kebudayaan, Fendi Rudianto mengatakan, tujuh dalang dihadirkan untuk memeriahkan Pagelaran Wayang Kulit Gagrag Banyumasan. Lima di antaranya merupakan dalang cilik dan dua sisanya merupakan dalang senior.

“Kita bagi dua sesi, siang dan malam. Untuk sesi siang, ada empat dalang cilik yang tampil, yaitu Ki Abiyyu Rasendriya, Ki Farel Novka Algifari, Ki Anggit Saputra dan Ki Yudhistira. Kemudian untuk sesi malam, ada satu dalang cilik yang tampil menggunakan bahasa Inggris, yaitu Ki Ahlan Alam Hagriya. Kemudian ada dalang senior wanita juga Nyi Sopiyah Peni Carita dan ditutup oleh penampilan Ki Cithut Purbacarita,” terangnya, belum lama ini.

Dengan diadakannya acara ini, Fendi optimistis dunia seni di Banyumas, khususnya seni pewayangan dan pedalangan dapat terus dilestarikan. Dijelaskannya, saat ini Banyumas memiliki banyak bibit dalang cilik yang berpotensi meraih prestasi hingga di tingkat nasional.

BERI SAMBUTAN: Kabid Kebudayaan Dinporabudpar Banyumas Fendi Rudianto saat memberi sambutan pada Pagelaran Wayang Kulit Gagrag Banyumas di kompleks Menara Pandang Teratai Purwokerto, Sabtu (15/11) malam. (MUHAMMAD ABDUL MUTTHOLIB/JOGLO JATENG)

“Alhamdulillah, pada 2024 lalu dalang cilik dari Banyumas juga mendapat juara dua di tingkat nasional. Jadi kami tidak khawatir kekurangan bibit dalang untuk masa depan,” ungkapnya.

Terkait upaya pelestarian, sebelumnya Dinporabudpar juga telah menggelar Seminar Kajian Koleksi 2025 Museum Wayang Banyumas di Luminor Hotel Purwokerto. Seminar tersebut bertujuan untuk memperkenalkan tokoh wayang yang belum diketahui masyarakat secara umum, terutama anak-anak. “Ini sejalan dengan Program Trilas bupati dan wakil bupati nomor 3, yakni Memajukan Seni Budaya dan Prestasi Olahraga Banyumas,” jelasnya.

Pihaknya berharap, budaya wayang, khususnya Gagrag Banyumasan yang telah memiliki predikat Warisan Budaya Takbenda Indonesia (WBTbI) dapat terus eksis dan lestari. “Semoga seni pedalangan atau pewayangan ini tak lekang oleh waktu. Walaupun sekarang media sosial sangat luar biasa, tapi harapan kami budaya tetap dapat dilestarikan dan menjadi warisan untuk generasi mendatang,” tuturnya.