JEPARA, Joglo Jateng – Peluang ekonomi dari sektor peternakan disorot DPRD Jepara. Anggota Komisi B, Tri Budi Cahyono, menilai limbah makanan dari perusahaan Makan Bergizi Gratis (MBG) dapat menjadi solusi pakan murah bagi para peternak.
Ia melihat, geliat program MBG yang saat ini masif justru menyisakan potensi besar yang belum tersentuh. Sisa makanan dan sayuran dianggap bisa diolah menjadi pakan alternatif untuk unggas, terutama bebek.
“Dengan melimpahnya program ini, sumber pakan ternak sebenarnya banyak sekali. Kalau dikelola, peternak tidak lagi terbebani biaya pakan,” jelasnya, Senin (24/11/2025).
Tri Budi mengatakan, setiap dapur MBG bisa menyediakan wadah khusus untuk menampung sisa makanan. Nantinya, limbah tersebut dihimpun melalui kerja sama antara pemda, perusda dan perusahaan terkait, sebelum diolah menjadi pakan siap produksi.
“Ide saya sederhana tapi bisa berdampak besar. Limbah digiling lalu masuk ke tempat pengolahan. Biaya pakan turun drastis, peternak yang merasakan manfaatnya,” ucapnya.
Tri Budi menyampaikan, pasar bebek nasional sangat menjanjikan. Contohnya, permintaan di Jakarta yang disebutnya bisa mencapai ribuan ekor per hari dan langsung terserap habis.
“Bebek ini komoditas yang cepat hasilnya. Sekitar 55 hari sudah bisa panen. Ini peluang yang jangan sampai terlewat,” terangnya.
Selain bahan pakan, ia turut mengusulkan pemanfaatan lahan kosong milik Perusda sebagai lokasi peternakan. Dengan konsep ekonomi sirkular, sektor ini dinilai mampu menciptakan lapangan kerja baru dan meningkatkan pendapatan masyarakat.
Tri Budi berharap, pemerintah daerah dapat menindaklanjuti gagasannya tersebut, sehingga Jepara tidak hanya kuat di sektor industri, tetapi juga mampu menghadirkan inovasi dalam peternakan berbasis ekonomi sirkular.
“Kalau sistemnya ditata dengan baik, Jepara tidak hanya kuat di industri. Peternakan kita juga bisa maju dengan inovasi,” tutupnya. (oka/gih)










