Kudus  

Dorong Penguatan Pendidikan Kebangsaan Didukung Regulasi dan Aksi Nyata

POTRET: Beberapa pemateri siapkan diri dalam kegiatan wawasan kebangsaan di Aula PPNI pada Jumat, (21/11). (DYAH NURMAYA SARI/JOGLO JATENG)

Mukhasiron menekankan, nasionalisme bukan hanya slogan. Tetapi harus tercermin dalam perilaku. “Bela negara itu bukan soal perang. Itu soal kepedulian, disiplin, dan menjaga persatuan,” bebernya.

Ia mengajak peserta untuk bersama-sama merawat kerukunan di Kudus. Selama ini dikenal sebagai daerah damai dan toleran.

“Kudus ini punya sejarah panjang soal toleransi. Jangan sampai terpecah hanya karena isu yang tidak jelas asal-usulnya,” ucapnya.

Mukhasiron memberi apresiasi kepada Kesbangpol atas konsistensinya menyelenggarakan kegiatan pembinaan kebangsaan. Hal ini menjadi bukti pemerintah hadir untuk memperkuat karakter masyarakat.

Para peserta tampak antusias, terutama ketika Mukhasiron memberikan contoh konkret bagaimana legislasi dapat mendukung program nasionalisme. “Kami di DPRD bukan hanya membuat aturan, tetapi memastikan aturan itu bermanfaat bagi masyarakat,” tambahnya.

Dengan adanya sinergi antara DPRD dan Kesbangpol, diharapkan masyarakat semakin memahami peran mereka dalam menjaga kedaulatan negara. “Mari bersama-sama menjaga NKRI. Kita kuat karena kita bersatu,” tutupnya. (uma/fat)