Jepara  

Pemkab Jepara Bentuk Tim Khusus Kembangkan Wisata Berkelanjutan Karimunjawa

DISKUSI: Pertemuan Koordinasi Pengembangan Pariwisata Berkelanjutan di Karimunjawa yang digelar di Aula Sultan Hadlirin, Kabupaten Jepara, Rabu (1/7/2026). (HUMAS/JOGLO JATENG)

JEPARA, Joglo Jateng – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara mulai menyusun arah pengembangan pariwisata Karimunjawa secara lebih terstruktur. Melalui pembentukan Tim Pengembangan Pariwisata Berkelanjutan, pemerintah menyiapkan langkah terpadu.

Langkah ini akan menjadi acuan pengembangan destinasi unggulan tersebut selama tiga tahun ke depan.

Tim tersebut disosialisasikan dalam Pertemuan Koordinasi Pengembangan Pariwisata Berkelanjutan di Karimunjawa. Kegiatan ini digelar di Aula Sultan Hadlirin, Kabupaten Jepara, Rabu (1/7/2026). Pembentukannya mengacu pada Surat Keputusan Bupati Jepara Nomor 500.13.2.1/103 Tahun 2026.

Tim Pengembangan Pariwisata Berkelanjutan terdiri atas enam kelompok kerja (pokja). Yakni Pokja Penguatan Kelembagaan, Pokja Sumber Daya Manusia, Pokja Penguatan Sarana dan Prasarana, Pokja Sosial Budaya, Pokja Sumber Daya Alam, serta Pokja Promosi dan UMKM.

Masing-masing pokja memiliki peran dalam menyusun program sesuai bidangnya. Hal ini dilakukan agar pembangunan sektor pariwisata berjalan lebih terarah.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Jepara, Ali Hidayat mengatakan, pembentukan tim tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah. Khususnya untuk menjaga keberlanjutan Karimunjawa sebagai destinasi wisata unggulan.

“Karimunjawa merupakan aset pariwisata yang harus dikelola secara berkelanjutan. Melalui tim ini, kami ingin memastikan setiap pemangku kepentingan memiliki peran yang jelas dan saling bersinergi,” kata Ali.

Pihaknya juga ingin bersama-sama menyusun langkah nyata agar pengembangan pariwisata tetap menjaga keseimbangan. Baik antara aspek ekonomi, sosial budaya, maupun kelestarian lingkungan.

Dalam forum tersebut, seluruh pokja juga menggelar diskusi untuk memetakan persoalan yang masih dihadapi dalam pengembangan pariwisata Karimunjawa. Hasil pembahasan itu akan dirumuskan menjadi rencana aksi.

Rencana aksi inilah yang nantinya menjadi pedoman pelaksanaan program selama tiga tahun mendatang.

Melalui kolaborasi lintas sektor ini, Ali berharap pengembangan Karimunjawa tidak hanya mampu meningkatkan daya saing pariwisata. Tetapi juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat setempat.

Tentunya dengan tetap menjaga kelestarian alam dan budaya sebagai kekuatan utama destinasi tersebut.

“Semoga adanya rencana wisata berkelanjutan ini memberi dampak positif bagi masyarakat Jepara, khususnya pada ekonominya,” tandasnya. (oka/gih/rds)