BANJARNEGARA, Joglo Jateng — Pengurus Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kabupaten Banjarnegara masa bakti 2025-2029 resmi dilantik di Ruang Paripurna DPRD Banjarnegara, Sabtu (27/12). Pelantikan dipimpin Wakil Ketua Umum I IPSI Jawa Tengah Dr. Haris Nugroho, S.pd.,M.Or..
Pelantikan disaksikan tamu undangan, di antaranya Ketua DPRD Banjarnegara Slamet, S.M. , Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Dindikpora) Banjarnegara Teguh Handoko, S.Sos. , serta perwakilan perguruan pencak silat di Banjarnegara.
Ketua IPSI Banjarnegara terlantik Sri Rahayu.,SH.MM.MH yang juga anggota DPRD Banjarnegara mengatakan, pihaknya berkomitmen memajukan pencak silat agar terus berprestasi hingga kancah internasional. Ia memaparkan lima program yang akan ditekankan selama kepemimpinannya.
“Pertama adalah penguatan organisasi dan konsolidasi perguruan-perguruan di bawah naungan IPSI, sehingga tercipta nuansa harmonis dan solid. Kemudian kedua yaitu meningkatkan kualitas pembinaan atlet secara terstruktur, sistematis, dan berjenjang. Selanjutnya adalah meningkatkan prestasi atlet agar mampu berprestasi di tingkat kabupaten, provinsi, nasional, bahkan internasional,” ungkapnya, Sabtu (27/12).
Sri Rahayu.,SH.MM.MH menyebut program keempat adalah melestarikan pencak silat sebagai budaya bangsa melalui kegiatan seni budaya maupun penguatan nilai-nilai filosofi pencak silat di lingkungan masyarakat. Program kelima adalah menjalin sinergi atau kerja sama dengan pemerintah daerah.

IPSI Jateng Soroti Aspek Filosofis dan Pembentukan Karakter
Wakil Ketua Umum I IPSI Jawa Tengah Dr. Haris Nugroho menyebut pencak silat telah diakui secara internasional sebagai warisan budaya tak benda. Menurutnya, pencak silat tidak hanya sebagai olahraga, tetapi juga sebagai alat pembentukan karakter dan jiwa Pancasila.
“Di dalam pencak silat juga ada aspek filosofisnya, yaitu solidarity fair play. Kemudian ada juga aspek seni budaya. Terlepas dari itu semua, yang terpenting adalah aspek mental spiritual sebagai character building untuk pembentukan jiwa seorang pendekar yang mempunyai jiwa kesatria. Tentunya ini sejalan dengan jiwa Pancasila yang termasuk dalam butir-butir pengalaman Pancasila,” ujarnya.
Dindikpora: Pencak Silat Bentuk Disiplin Anak
Kepala Dindikpora Banjarnegara Teguh Handoko, S.Sos menerangkan pentingnya pencak silat sebagai warisan budaya dan upaya mengembangkan generasi muda melalui olahraga ini. Menurutnya, kegiatan pencak silat dapat mengurangi ketergantungan anak-anak terhadap hal negatif dan membentuk jiwa disiplin.
“Melalui latihan rutin, jiwa disiplin tentu akan terbentuk dengan sendirinya. Hal seperti ini yang sulit didapatkan di bangku sekolah. Oleh sebab itu, pencak silat perlu dilestarikan untuk membentuk karakter dan mental anak,” jelasnya.

Ketua DPRD Banjarnegara Slamet, S.M. mengajak seluruh pihak bersinergi memajukan pencak silat sebagai warisan budaya serta mengembangkan potensi atlet di Banjarnegara. Ia menekankan pentingnya pendidikan pencak silat untuk membentuk karakter generasi muda dan mengurangi pengaruh negatif dari teknologi.
Slamet juga menyampaikan perlunya kolaborasi menyelenggarakan acara budaya untuk memperkenalkan pencak silat di tingkat nasional. Ia menyebut DPRD siap mendukung upaya tersebut.
“Kami siap untuk mengalibrasikan dengan teman-teman penyelenggara Dieng Culture Festival yang ada di Dieng. Ketika kita bersatu, saling berdiskusi untuk mencari sesuatu hal untuk kemajuan Banjarnegara, saya yakin Banjarnegara bisa maju dan masyarakat bisa semakin sejahtera,” ungkapnya. (abd/rds)










