Hormati Korban Bencana, Purworejo Tiadakan Pesta Kembang Api Tahun Baru 2026

Kabid Pemasaran Pariwisata, Diporapar Kabupaten Purworejo, Neira Anjar Puji Susilo
Kabid Pemasaran Pariwisata, Diporapar Kabupaten Purworejo, Neira Anjar Puji Susilo. (MARNIE/JOGLO JATENG)

PURWOREJO, Joglo Jateng – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purworejo memastikan tidak akan ada pesta kembang api pada malam pergantian Tahun Baru 2026. Keputusan ini diambil sebagai wujud empati dan simpati terhadap para korban bencana alam yang terjadi di sejumlah wilayah di Indonesia.

Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata, Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Dinporapar) Kabupaten Purworejo, Neira Anjar Puji Susilo menjelaskan, peniadaan kembang api merupakan aspirasi masyarakat. Pihaknya juga mempertimbangkan kebijakan daerah lain serta masukan dari pihak kepolisian.

“Visualisasi pergantian tahun dari 2025 ke 2026, melalui videotron. Demi menghormati teman-teman yang belum seberuntung kita, yang sedang terkena musibah,” tutur Neira, Selasa (30/12).

Meski tanpa kembang api, Pemkab tetap menyuguhkan hiburan rakyat bertajuk ‘Gumebyar Tahun Anyar 2026’. Acara puncak akan dimulai pada 31 Desember 2025 pukul 19.30 WIB di Amphitheater Alun-alun Purworejo.

“Sejak sore pukul 15.00 WIB ada acara, namun bersifat tentatif. Rencana akan ada penayangan film dokumenter di videotron yang disediakan di amphitheater. Lokasi acara sama dengan tahun kemarin, hanya layout kami ubah sedikit, tenda VIP ditempatkan di jalan raya depan amphitheater,” ujarnya.

Hiburan Rakyat dan Doa Bersama

Rangkaian acara akan dimeriahkan oleh kesenian jaran kepang dari Desa Kalimeneng, Kecamatan Pituruh, serta grup campursari lokal. Menjelang detik-detik pergantian tahun, Bupati Purworejo Hj Yuli Hastuti dijadwalkan memberikan sambutan, dilanjutkan penampilan musik dari Zedo Maskara dan Uncle Jink.

Neira menambahkan, suasana khidmat akan dibangun melalui doa bersama lintas agama yang dipimpin oleh Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), H Habib Soleh.

“Kita berdoa bersama, refleksi tahun 2025, keprihatinan atas berbagai isu nasional serta memberi empati dan dukungan moral pada saudara-saudara kita yang sedang mengalami musibah. Setelah itu akan ada hitungan mundur ke tahun 2026. Selebrasi dengan menyalakan kembang api tidak dilakukan, kemudian ditutup oleh penampilan Uncle Jink,” jelasnya.

Rekayasa Lalu Lintas dan Parkir

Guna mendukung kelancaran acara, kawasan Alun-alun Purworejo dinyatakan steril dari kendaraan bermotor dengan pemberlakuan Car Free Night (CFN). Neira mengimbau pengunjung untuk tidak membawa maupun menyalakan kembang api sendiri.

Untuk kantong parkir, masyarakat dapat memanfaatkan area TBA, parkir Mal Pelayanan Publik (MPP), Mess Perwira Kodim (area CFD), dan Kantor Pos.

Skenario pengalihan arus lalu lintas juga telah disiapkan. Kendaraan dari arah utara (Magelang) akan dialihkan ke kanan di pertigaan Kolam Renang Arta Tirta melewati jalan lingkar Purworejo. Pengendara dari arah selatan (Yogyakarta) diarahkan berbelok ke kiri di pertigaan Don Bosco (Boro).

Sementara itu, kendaraan dari arah barat yang sampai di Simpang Empat Monumen Ahmad Yani (perempatan SMAN 6), akan diarahkan ke utara bagi yang menuju Magelang, dan belok ke selatan bagi yang menuju arah Yogyakarta. (mrn/rds)