Gaya ‘Strive’ Bakal Hits di 2026! Intip Bocoran 4 Subtema dan Warna Andalannya

Ilustrasi Generasi Z saat memakai pakaian casual
GAYA: Ilustrasi Generasi Z saat memakai pakaian casual. (HAFIFAH NUR CHASANAH/JOGLO JATENG)

SEMARANG, Joglo Jateng – Dunia mode terus bergerak dinamis. Tren fashion 2026 diprediksi akan didominasi oleh strive style, yakni gaya berpakaian kasual yang membumi, dekat dengan kehidupan sehari-hari, serta mengedepankan konsep ramah lingkungan.

Gaya ini dinilai bakal menjadi favorit baru, khususnya di kalangan generasi muda yang mengutamakan kenyamanan. Ketua Indonesian Fashion Chamber (IFC) Semarang, Sudarna Suwarsa mengungkapkan bahwa arah tren mode ini tidak muncul secara tiba-tiba, melainkan hasil analisis mendalam terhadap perilaku pasar dan dinamika sosial.

4 Subtema dalam Konsep Strive Style

Sudarna menjelaskan, strive style tidak hanya dimaknai sekadar busana kasual. Gaya ini merepresentasikan semangat perjuangan dan kehidupan urban yang lekat dengan keseharian masyarakat.

“Untuk 2025–2026 itu tema besarnya strive. Asosiasi mengeluarkan buku tren berdasarkan analisis tahun sebelumnya,” ujar Sudarna, Senin (5/1).

Di dalam tema besar strive style, terdapat empat subtema utama yang memiliki karakter unik, yaitu:

  • Indie Rebellion: Gaya bebas dan berani, menonjolkan ekspresi diri.
  • Quiet Artistry: Tampilan sederhana namun berkelas (effortless chic).
  • Hyperconnected Flux: Sentuhan futuristik yang terinspirasi dari teknologi.
  • Neo Nostalgic: Kebangkitan gaya retro dengan kemasan yang lebih modern.

Palet Warna Alam dan Selera Gen Z

Dari sisi visual, warna yang akan mendominasi panggung mode tahun ini diprediksi mengarah pada palet lembut yang terinspirasi dari alam. Menurut Sudarna, warna putih yang tidak terlalu bersih (off-white) akan menjadi primadona.

“Warna di tahun 2026 itu putih yang tidak bersih, tapi cenderung keabu-abuan dengan campuran biru, seperti warna langit. Arahnya tetap ke warna-warna alam dan membumi,” imbuhnya.

Prediksi ini disambut positif oleh kalangan anak muda. Martha Setyorini, seorang Generasi Z kelahiran 1999, mengaku gaya kasual dan warna alam memang lebih relevan dengan kebutuhannya saat ini.

“Karena lebih nyaman dan enggak ribet kalau pakai outfit casual. Untuk warna, aku lebih suka tone warna bumi dan monokrom karena gampang di-mix and match dan cocok untuk semua warna kulit,” pungkasnya. (hfh/gih)