Kudus  

Geger Tarian Dancersport, Bupati Kudus Minta Maaf Usai Gerbang Pendapa Dikalungi Celana Dalam

Puluhan massa yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat Sipil untuk Kudus Bermartabat menggelar aksi unjuk rasa
‎‎AKSI: Puluhan massa yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat Sipil untuk Kudus Bermartabat menggelar aksi unjuk rasa, Senin (5/1/26). (ADAM NAUFALDO/JOGLO JATENG)

KUDUS, Joglo Jateng – Gelombang penolakan terhadap penampilan dancersport dalam ajang KONI Award 2025 memicu Demo KONI Kudus besar-besaran, Senin (5/1/26). Puluhan massa yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat Sipil untuk Kudus Bermartabat turun ke jalan memprotes pertunjukan yang dinilai menabrak norma kesopanan dan kearifan lokal tersebut.

Aksi unjuk rasa ini berlangsung di dua titik strategis, yakni Gedung DPRD dan Pendapa Kabupaten Kudus. Suasana aksi menarik perhatian publik ketika massa melakukan aksi simbolik membentangkan rentengan celana dalam perempuan di gerbang kedua lokasi sebagai sindiran keras terhadap moralitas penyelenggara.

Cederai Marwah Pendapa dan Isu Anggaran

Koordinator aksi, Soleh Isman menegaskan bahwa penampilan dancersport di Pendapa Kabupaten Kudus telah mencederai marwah pendapa sebagai simbol kehormatan daerah. Ia menolak dalih panitia yang menyebut tarian tersebut sah karena bagian dari cabang olahraga.

“Pendapa adalah simbol harga diri daerah. Tidak semestinya digunakan untuk tontonan yang mengabaikan norma kesopanan masyarakat Kudus,” tegasnya.

Selain menyoroti unsur yang dianggap pornoaksi, massa juga membawa sejumlah tuntutan terkait dugaan masalah internal di tubuh Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Kudus, antara lain:

  • Dugaan ketidaktertiban pengelolaan anggaran.
  • Penyelenggaraan kegiatan yang tidak mencerminkan nilai moral.
  • Tuntutan transparansi penggunaan dana publik.

Di Gedung DPRD Kudus, aspirasi tersebut diterima langsung oleh anggota Komisi D. Para wakil rakyat berjanji akan menampung dan menindaklanjuti tuntutan para pengunjuk rasa.

Bupati Mengaku Kecolongan dan Minta Maaf

Menanggapi eskalasi protes tersebut, Bupati Kudus Sam’ani Intakoris bersama Wakil Bupati Bellinda Birton turun langsung menemui massa di depan Pendapa. Di hadapan pendemo, Sam’ani menyampaikan permohonan maaf terbuka atas kegaduhan yang terjadi.

Bupati menegaskan bahwa penampilan dancersport tersebut dilakukan tanpa sepengetahuannya. Agenda tersebut juga tidak tercantum dalam susunan acara (rundown) resmi yang diajukan ke Bagian Umum maupun Protokol.

“Kami minta maaf atas kegaduhan ini. Kami sudah memberikan teguran kepada Ketua KONI Kudus,” ujar Sam’ani.

Ia berjanji akan melakukan evaluasi menyeluruh agar kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari, serta memastikan kegiatan di Pendapa senantiasa menjunjung tinggi norma budaya setempat. (adm/fat)