Siapkan Ratusan Armada
Hingga saat ini, Pemprov Jateng telah menginventarisasi armada sebanyak 349 unit bus dan 20 rangkaian kereta api. Meski jumlah bus masih di bawah realisasi tahun sebelumnya yang mencapai 383 unit, Sumarno menegaskan pihaknya terus berupaya agar jumlah armada minimal menyamai tahun 2025.
Selain kuantitas, aspek keselamatan (kelaikan jalan) kendaraan dan kru menjadi harga mati yang tidak boleh ditawar.
Dekatkan Titik Kumpul
Menindaklanjuti masukan dari paguyuban perantau, Kepala Dinas Perhubungan Jawa Tengah, Arief Djatmiko menambahkan, pihaknya melakukan pemetaan ulang titik kumpul.
Strategi tahun ini adalah memperbanyak titik satelit di kabupaten sekitar lokasi utama (seperti Asrama Haji Donohudan, Terminal Mangkang, dan Terminal Bulupitu). Tujuannya agar pemudik tidak perlu mengeluarkan biaya tambahan yang besar untuk mencapai titik pemberangkatan atau tujuan akhir.
”Dengan titik yang lebih dekat, masyarakat tidak perlu menambah biaya untuk menuju lokasi pemberangkatan. Ini juga bagian dari upaya kita memberikan pelayanan terbaik,” tandas Sumarno. (hms/iza)










