SEMARANG, Joglo Jateng – Tren kasus kebakaran di Semarang sepanjang tahun 2025 menunjukkan penurunan. Berdasarkan data Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Semarang, tercatat sebanyak 282 kasus kebakaran terjadi, menurun dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Hal tersebut terungkap saat Sekretaris Damkar Kota Semarang, Ade Bhakti Ariawan memaparkan evaluasi kinerja tahunan kepada awak media, Kamis (8/1/2026). Di sisi lain, penurunan angka kebakaran ini justru berbanding terbalik dengan operasi penyelamatan (rescue) yang mengalami lonjakan signifikan.
Statistik Kebakaran vs Penyelamatan
Ade Bhakti menjelaskan, penurunan jumlah kasus kebakaran tidak terlepas dari masifnya program sosialisasi yang dijalankan selama 2,5 tahun terakhir. Edukasi melalui media sosial dan turun langsung ke lapangan dinilai efektif meningkatkan kesadaran warga.
“Edukasi kami lakukan secara masif melalui berbagai kegiatan, termasuk media sosial, dan hasilnya terlihat dari penurunan kasus kebakaran dari sekitar 490 kejadian menjadi kurang lebih 280 kejadian (di 2025),” ujar Ade.
Sebaliknya, kepercayaan masyarakat terhadap Damkar untuk menangani kejadian non-kebakaran (seperti evakuasi hewan, pelepasan cincin, dll) justru meningkat tajam. Berikut rincian datanya:
Kasus Kebakaran: 282 kasus (2025), menurun dari kisaran 349 kasus pada tahun-tahun sebelumnya.
Penyelamatan (Non-Kebakaran):
- Tahun 2023: 1.103 kejadian
- Tahun 2024: 1.389 kejadian
- Tahun 2025: 1.912 kejadian










