KOMITMEN ( KOlaborasi, KeMITraan dan pembelajaran MENdalam) untuk Meningkatkan Kinerja Sekolah di SD Negeri Wonoagung 1

Peningkatan pengelolaan KOMITMEN berhasil membawa kejuaraan murid tingkat kecamatan dan kabupaten di dua tahun terakhir yaitu: kejuaraan olahraga POPDA 2024:

  1. Juara 1 lompat jauh putra; 2) Juara 2 lompat jauh putra; 3) Juara 1 lompat tinggi putri; 4) Juara 3 sprint 60 meter putra; 5) Juara 3 renang putra; 6) Juara 1 gulat 30 kg putri; 7) Juara 2 gulat 40 kg putri; 8) Juara 1 gulat 60 kg putra; 9) Juara 2 gulat 50 kg putra. Lomba O2SN 2024: 1) Juara 1 renang putra; 2) Juara 1 senam putri; 3) Juara 2 senam putra; 4) Juara 3 senam putri. Lomba POPDA 2025: 1) Juara 1 lompat jauh putri; 2) Juara 2 lompat jauh putri; 3) Juara formula 1 putri; 4) Juara 3 karate putra; 5) Juara 3 bulu tangkis putra. Lomba O2SN 2025: 1) Juara sepak bola putri; 2) Juara sepak bola putra; 3) Juara 3 sepak bola putra tingkat kabupaten; 4) Juara 2 senam lantai putri; 5) Juara 3 senam lantai putra.

Kejuaraan MAPSI tahun 2024: 1) Juara 1 seni hifdzil quran putri; 2) Juara 2 keterampilan komputer putri; 3) Juara 2 praktik wudu dan salat putri; 4) Juara 3 keterampilan komputer putra; 5) Juara 3 praktik wudu dan salat putra. Kejuaraan MAPSI tahun 2025: 1) Juara 2 hifdzil quran putri; 2) Juara 3 pengetahuan PAI dan BTQ putra; 3) Juara 3 keterampilan adzan dan iqomah putra; 4) Juara 3 seni hifdzil quran putra; 5) Juara 3 seni khitobah putri.

Selain itu ada kejuaraan 2 PORSENI PGRI tahun 2025 dan juara 1 menulis cerkak FTBI SD tahun 2025, juara 3 turnamen tonis PGRI 2024, juara 3 ndagel ijen putra FTBI 2024, juara 1 halang rintang putra, juara 2 halang rintang putri, dan karnaval Jambore Ranting tahun 2024.

Dalam pelaksanaan pengelolaan KOMITMEN, hampir tidak ada hambatan yang berarti karena adanya dukungan semua pihak termasuk keterlibatan pengawas sekolah. Adapun beberapa hambatan yang terjadi antara lain: keterbatasan dana yang dimiliki sekolah karena sumber dana terbesar berasal dari BOS. Kegiatan sukarela dari orang tua dan masyarakat untuk sumbangsih ke sekolah masih terbatas mengingat kondisi ekonomi masyarakat yang sebagian besar menengah ke bawah sehingga sekolah belum mampu secara maksimal memberikan fasilitas yang lebih lengkap dalam pengembangan kegiatan akademik maupun nonakademik sesuai minat bakat murid. Keterbatasan keterampilan dan kompetensi murid sesuai bidang yang diminati murid dan keterbatasan sarana pengembangan kegiatan nonakademik seperti kolam renang dan peralatan olahraga.

Faktor pendukung pada pengelolaan KOMITMEN berlandaskan visi sekolah: “Terwujudnya Warga Sekolah yang Beriman, Berakhlak Mulia, Bernalar Kritis, Kreatif, dan Berprestasi”. Guru beserta murid selalu menerima dengan senang hati setiap kegiatan dengan pengelolaan KOMITMEN. Guru mau menyampaikan segala kesulitan yang dihadapi kepada kepala sekolah dan menerima dengan baik segala masukan yang membangun guna kelancaran pada proses pengembangan kegiatan selanjutnya. Motivasi, apresiasi, dan fasilitasi serta pembinaan selalu diberikan oleh kepala sekolah dan pengawas sekolah di Wilayah Bidang Pendidikan dan Kebudayaan Kecamatan Karangtengah Kabupaten Demak. Perhatian dari komite sekolah, lembaga terkait (puskesmas, DLH, Desa, Babinsa, Babinkamtibmas) terhadap berbagai kegiatan yang berlangsung. Dukungan orang tua terhadap aktivitas murid memberikan motivasi positif bagi murid untuk terus mengasah diri. Tindak lanjut dalam strategi pengelolaan KOMITMEN ini adalah upaya meningkatkan kinerja sekolah dengan membangun kolaborasi dan kemitraan terhadap orang tua, komite, masyarakat, dan lembaga terkait agar terwujud pendidikan yang bermutu.

Kegiatan pengelolaan KOMITMEN untuk meningkatkan kinerja sekolah berdasarkan visi sekolah “Terwujudnya Warga Sekolah yang Beriman, Berakhlak Mulia, Bernalar Kritis, Kreatif, dan Berprestasi”. Kepala sekolah selaku penanggung jawab sangat berperan dalam kegiatan yang dilaksanakan dalam peningkatan kinerja sekolah baik akademik maupun nonakademik. Pelaksanaan pengelolaan atau manajemen KOMITMEN menimbulkan komunikasi dua arah yang sangat menguntungkan kedua belah pihak. Jadi dapat disimpulkan bahwa hasil dari pelaksanaan pengelolaan KOMITMEN yaitu: (1) meningkatkan kolaborasi atau kerja sama dan kemitraan antara kepala sekolah dengan guru, guru dengan guru, guru dengan murid, sekolah dengan komite sekolah serta orang tua murid juga lembaga terkait; (2) meningkatkan kinerja sekolah; dan (3) menciptakan pendekatan pembelajaran mendalam di sekolah. Pengelolaan KOMITMEN mampu meningkatkan kinerja sekolah di SD Negeri Wonoagung 1 Karangtengah-Demak.

Berdasarkan simpulan di atas, maka dapat disarankan yaitu: 1) pengelolaan KOMITMEN dapat dijadikan salah satu cara kepala sekolah dalam meningkatkan kinerja sekolah; 2) adanya kolaborasi, kemitraan, dan pendekatan pembelajaran mendalam dapat meningkatkan kinerja sekolah; 3) kepala sekolah dan guru serta tenaga kependidikan hendaknya dapat melaksanakan tugas dan fungsinya dengan penuh tanggung jawab dan selalu berefleksi untuk mengembangkan kompetensi diri demi peningkatan kualitas pendidikan. (*)

DAFTAR PUSTAKA

Dharma, S. (2010). Kompetensi kepala sekolah guru dalam persaingan global. Makalah disampaikan dalam Diklat Kepala Sekolah di P4TK Depok.

Hariyono. (2025). Implementasi Pembelajaran Mendalam untuk Meningkatkan Mutu Pendidikan di Indonesia. SEMDIKJAR8. Prosiding SEMDIKJAR. https://doi.org/10.29407/r06hfk98

Khotimah, D.N. (2019). Implementasi Program Penguatan Pendidikan Karakter melalui Kegiatan 5S di Sekolah Dasar. INOPENDAS: Jurnal Ilmiah Kependidikan, 2 (1). https://doi.org/10.24176/jino.v2i1.2928.

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 Tentang Standar Nasional Pendidikan. Jakarta: Depdiknas.

Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 62 Tahun 2014, tentang Kegiatan Ekstrakurikuler untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. Jakarta: Depdiknas.

Sallis, E. (2010). Manajemen mutu terpadu pendidikan. IRCiSoD.

Sucipto. (2012). Rahasia sukses kepala sekolah. LaksBang PRESSindo.

Suyanto, et al. (2025). Pembelajaran Mendalam, Transformasi Pembelajaran Menuju Pendidikan Bermutu untuk Semua. https://www.deeplearningbook.org/contents/convnets.html

Veirissa, A.H. (2021). Kualitas Guru di Indonesia. Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana, 267-272. http://pps.unnes.ac.id/prodi/prosiding-pascasarjana-unnes/

Widana et al., (2019). Work motivation and creativity on teacher ability to develop HOTS-based assessments. dalam Indonesian Journal of Educational Development.