PEMALANG, Joglo Jateng – Hujan badai yang mengguyur wilayah Kabupaten Pemalang menyebabkan banjir di sejumlah titik, termasuk kawasan Alun-alun Pemalang, Sabtu (31/1/2026) malam hingga Minggu (1/2/2026) dini hari.
Bupati Pemalang, Anom Widiyantoro, bergerak cepat (gercep) turun langsung ke lapangan untuk membantu proses evakuasi. Ia terlihat menjemput dan mengantarkan masyarakat yang terjebak genangan air menuju lokasi aman.
Diketahui, banyak warga yang terjebak banjir tersebut merupakan penonton yang baru saja menghadiri Konser Amal Hari Jadi Pemalang ke-451 di kawasan Alun-alun. Hujan deras dengan intensitas tinggi selama kurang lebih dua jam membuat sistem drainase kota tidak mampu menampung debit air, sehingga meluap ke jalanan.
Turun Pukul 02.30 Dini Hari
Anom mengungkapkan, ia turun ke lokasi banjir sekitar pukul 02.30 WIB, Minggu (1/2/2026). Prioritas utamanya adalah memastikan keselamatan warga yang tertahan di jalan akibat kendaraan mogok atau akses jalan yang terputus genangan.
”Kami turun membantu warga yang terjebak. Saya bersama petugas tadi keliling untuk menyisir daerah mana saja yang terdampak banjir, dan masyarakat kita angkut ke tempat aman,” ucap Anom di sela-sela evakuasi.
Ia mengakui, cuaca ekstrem berupa badai hujan ini sulit diprediksi kedatangannya. Pemerintah daerah berupaya maksimal menanggulangi dampak bencana yang terjadi agar tidak meluas.
”Kita bareng-bareng saling jaga bersama, masyarakat mohon untuk melaporkan ke pemkab ketika terjadi bencana. Agar kita bisa sigap melakukan tindakan dan mencegah kerugian di masyarakat,” tuturnya.
Rentetan Bencana Awal Tahun
Anom juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan gotong royong menjaga lingkungan. Hal ini penting untuk meminimalisir kerugian materiil maupun korban jiwa di tengah cuaca yang tidak menentu.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemalang, wilayah ini menghadapi sejumlah ancaman bencana serius sepanjang awal tahun 2026. Dalam sebulan terakhir, tercatat kejadian banjir rob di Kecamatan Ulujami, banjir bandang di Kecamatan Pulosari, longsor di Watukumpul, hingga banjir perkotaan akibat hujan lokal.
Kejadian paling parah tercatat di Kecamatan Pulosari, di mana banjir bandang menyebabkan sejumlah permukiman warga rata dengan tanah dan merenggut satu korban jiwa. (fan/sam)










