KUDUS, Joglo Jateng – Musyawarah Daerah (Musda) ke-33 DPD Partai Golkar Kabupaten Kudus diprediksi akan berlangsung secara aklamasi. Sinyal kuat ini muncul setelah hingga batas akhir penutupan pendaftaran, hanya ada satu nama yang resmi mendaftarkan diri sebagai calon ketua, yakni Anis Hidayat.
Kondisi ini mendapat respons positif dari pengurus di tingkat provinsi. Dinamika politik yang kondusif di Kota Kretek diharapkan menjadi modal soliditas partai berlambang pohon beringin tersebut.
Hindari Voting demi Soliditas
Ketua DPD Partai Golkar Jawa Tengah periode 2025–2030, Mohammad Saleh menjelaskan, Musda di Kudus merupakan rangkaian konsolidasi partai di 35 kabupaten/kota se-Jawa Tengah.
“Dari 35 kabupaten/kota, Kudus ini termasuk yang terakhir melaksanakan Musda. Sampai hari ini, baru ada satu pendaftar. Artinya, Musda berpotensi berjalan secara aklamasi,” ujarnya, Kamis (5/2/26).
Saleh menegaskan, Partai Golkar memang selalu mengutamakan musyawarah mufakat untuk menghindari perpecahan internal. Menurutnya, mekanisme voting sering kali menyisakan luka politik yang kontraproduktif.
“Kalau voting, yang kalah bisa merasa tersingkir, yang menang bisa jumawa. Itu justru berpengaruh pada kekuatan partai ke depan,” jelasnya.
Ia berpesan agar ketua terpilih nantinya merangkul seluruh elemen partai, mulai dari kader akar rumput hingga organisasi sayap. “Golkar harus bersatu. Kita kemarin saja masih kalah, apalagi kalau bercerai-berai,” tegas Saleh.










