KENDAL, Joglo Jateng – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler Ke-127 Tahun 2026 resmi bergulir di Desa Gedong, Kecamatan Patean, Kabupaten Kendal, Selasa (10/2/2026). Dengan total anggaran mencapai Rp 1,385 miliar, program ini menargetkan pembangunan infrastruktur fisik vital dan pemberdayaan masyarakat selama satu bulan penuh.
Komandan Kodim (Dandim) 0715/Kendal, Letkol Inf Bagus Setyawan menjelaskan, pelaksanaan TMMD akan berlangsung mulai 10 Februari hingga 11 Maret 2026. Anggaran jumbo tersebut bersumber dari kolaborasi APBD Provinsi Jawa Tengah, APBD Kabupaten Kendal, CSR BUMN/BUMD, serta swadaya masyarakat.
“TMMD kali ini meliputi kegiatan fisik dan nonfisik. Untuk fisik, fokus utama kami adalah membangun jalan rabat beton sepanjang 1.100 meter dengan ketebalan 12 sentimeter dan lebar 3 meter,” terang Letkol Inf Bagus di lokasi kegiatan.
Sasar RTLH hingga Pasar Murah Ramadan
Selain betonisasi jalan yang menjadi akses ekonomi warga, Dandim merinci sejumlah sasaran fisik lain yang akan dikerjakan personel TNI bersama warga, antara lain:
- Rehabilitasi musala.
- Pengeboran sumur air bersih.
- Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).
- Pembangunan MCK (Mandi, Cuci, Kakus).
Sementara itu, untuk sasaran nonfisik, kegiatan difokuskan pada pencegahan stunting, edukasi kesehatan, dan pelayanan administrasi kependudukan. Menariknya, menyambut bulan suci, TMMD juga akan menghadirkan pasar murah.
“Menjelang bulan Ramadan, TMMD juga akan diisi dengan pasar murah untuk membantu kebutuhan masyarakat. Seluruh program ini kami kolaborasikan agar manfaatnya benar-benar dirasakan,” tambahnya.
Ketua DPRD: Ini Tempat Kelahiran Saya
Dukungan penuh datang dari Ketua DPRD Kendal, Mahfud Sodiq. Bagi politisi ini, pelaksanaan TMMD Reguler ke-127 Kendal di Kecamatan Patean memiliki arti emosional tersendiri karena merupakan tanah kelahirannya.
“Kami di DPRD Kendal tentu mendukung penuh. Program TMMD kali ini digelar di Kecamatan Patean yang merupakan tempat kelahiran saya. Tentu ini menjadi kebanggaan dan motivasi untuk ikut mengawal keberhasilan program,” ungkap Mahfud.
Menurutnya, pembangunan kolaboratif seperti TMMD sangat krusial karena menyatukan kekuatan TNI, Polri, dan pemerintah daerah dalam satu visi percepatan pembangunan desa yang berkelanjutan. (ags/amd/rds)










