SEMARANG, Joglo Jateng – Paradigma keilmuan Unity of Science (Kesatuan Ilmu) yang diusung UIN Walisongo Semarang ternyata memiliki daya tarik kuat hingga ke Jawa Barat. Hal ini terbukti dengan kunjungan School Visit dari SMA Baitul Quran Subang yang secara khusus ingin mendalami konsep tersebut, Rabu (11/2/26).
Rombongan yang terdiri dari 47 siswa dan 9 guru pendamping ini diterima langsung di Ruang Teater Gedung Fakultas Syariah dan Hukum (FSH), Kampus 3 UIN Walisongo. Suasana antusiasme tampak mewarnai diskusi akademis antara siswa dan pihak kampus.
Kepala SMA Baitul Quran Subang, Fhandry M. Al-Badry, M.S.I., mengungkapkan bahwa ketertarikan sekolahnya bukan tanpa alasan. Ia mengaku kagum dengan visi pendidikan Islam modern yang memadukan ilmu agama dan sains secara harmonis.
“Kami sangat mengagumi konsep Unity of Science. Pendekatan integratif ini sangat kami harapkan dapat menginspirasi para siswa kami,” tegas Fhandry.
Tiga Pilar Utama
Menurut Fhandry, konsep kesatuan ilmu yang diterapkan UIN Walisongo sangat relevan dengan kebutuhan zaman. Ia merinci tiga pilar utama yang menjadi daya tarik bagi institusi pendidikannya:
- Humanisasi Ilmu Agama: Agar ilmu agama mampu menyentuh realitas kemanusiaan.
- Spiritualisasi Ilmu Modern: Agar sains tetap memiliki nilai ketuhanan.
- Revitalisasi Kearifan Lokal: Menjaga nilai budaya dalam pendidikan.
Selain faktor akademis, Fhandry menyebut bahwa UIN Walisongo bukanlah “orang asing” bagi sekolahnya. Kualitas lulusan kampus ini telah teruji secara nyata di Subang.
“Kami merasa tidak asing dengan UIN Walisongo karena ada dua alumni dari sini yang menjadi guru di SMA Baitul Quran Subang. Kami telah merasakan manfaat dari kualitas lulusan kampus ini,” tambahnya.
Apresiasi Kampus
Sementara itu, Kepala Bagian Akademik dan Kemahasiswaan UIN Walisongo, Nurrohman, menyambut hangat apresiasi tersebut. Mewakili pimpinan universitas, ia menyampaikan rasa terima kasih atas kepercayaan SMA Baitul Quran Subang yang jauh-jauh datang untuk belajar.
“Kami mengucapkan terima kasih atas kunjungannya. Kami memohon maaf karena sebagian besar pimpinan sedang menjalankan tugas kedinasan di Jakarta,” ujar Nurrohman.
Ia berharap, kunjungan ini membuka wawasan baru bagi para siswa dan semakin memantapkan niat mereka untuk menjadikan UIN Walisongo sebagai destinasi studi lanjut di masa depan. (ara/iza/rds)










