TKA Bukan Penentu Kelulusan, MI Miftahul Ulum Kudus Beri Pemahaman ke Wali Murid

Kepala MI Miftahul Ulum 02 M Solihul Huda memberikan sosialisasi Tes Kemampuan Akademik kepada wali murid di Kudus.
SOSIALISASI: Kepala MI Miftahul Ulum 02, M. Solihul Huda menyampaikan sosialisasi tes kemampuan akademik (TKA) kepada wali murid di kelas pada Minggu, (15/2). (DYAH NURMAYA SARI/JOGLO JATENG)

KUDUS, Joglo Jateng – Kekhawatiran wali murid terkait kebijakan baru Tes Kemampuan Akademik (TKA) akhirnya terjawab. Kepala MI Miftahul Ulum 02 Kudus menegaskan bahwa hasil TKA tidak menjadi penentu kelulusan siswa, melainkan sebagai alat ukur motivasi dan pemetaan kualitas akademik.

Penegasan tersebut disampaikan Kepala MI Miftahul Ulum 02, M. Solihul Huda, di hadapan puluhan orang tua siswa dalam sosialisasi ujian yang digelar pada Minggu (15/2/26). Suasana pagi di lingkungan madrasah tampak lebih ramai dari biasanya, di mana para wali murid dan siswa kelas VI dari MI Miftahul Ulum 01 dan 02 antusias menyimak paparan mengenai teknis evaluasi akhir tahun.

“TKA memang sedang booming di semua satuan pendidikan. Namun perlu kami tegaskan, TKA tidak menentukan kelulusan. Kelulusan tetap melalui Ujian Madrasah dan ditentukan oleh satuan pendidikan. TKA ini intinya positif, untuk memotivasi belajar anak,” tegas Huda.

Jadwal TKA dan Ujian Madrasah 2026

Dalam kesempatan tersebut, pihak madrasah memaparkan rincian jadwal krusial yang harus diperhatikan oleh wali murid dan siswa kelas VI Tahun Pelajaran 2025/2026. Sebanyak 45 siswa dipastikan akan mengikuti seluruh rangkaian ujian ini.

Berikut adalah lini masa agenda evaluasi siswa kelas VI:

  • 7–12 Maret 2026: Asesmen Akhir Semester Genap.
  • 20–21 April 2026: Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA).
  • 23–30 April 2026: Ujian Madrasah (UM).

“Rencananya TKA berlangsung dua hari pada tanggal 20 dan 21 April. Jumlah pesertanya ada 45 anak, dan alhamdulillah semuanya ikut. Tidak ada wali murid yang mengundurkan diri, semua menandatangani surat pernyataan mendukung,” imbuhnya.

Hanya Ujikan Dua Mata Pelajaran

Berbeda dengan Ujian Madrasah yang mencakup seluruh materi, TKA memiliki spesifikasi yang lebih mengerucut. Huda menjelaskan bahwa TKA hanya menitikberatkan pada kemampuan akademik di dua mata pelajaran utama, yakni Bahasa Indonesia dan Matematika.

Guna mempersiapkan siswa menghadapi rangkaian tes tersebut, pihak madrasah telah mengambil langkah proaktif. Program tambahan belajar (les) sudah mulai dijalankan sejak dua pekan terakhir dan akan diintensifkan saat memasuki bulan suci Ramadan.

“Di awal Ramadan nanti juga ada tambahan materi khusus untuk mempersiapkan asesmen, TKA, Ujian Madrasah, maupun ujian praktik,” terang Huda.

Respons wali murid terhadap kebijakan ini dinilai sangat suportif. Meski TKA merupakan hal baru, transparansi informasi dari pihak sekolah membuat orang tua merasa tenang. Sosialisasi ini tidak hanya menyasar kelas VI, namun juga diberikan sebagai pengarahan umum bagi siswa kelas I hingga V oleh para dewan guru. (uma/rds)