Kendal  

RT Sukadi Dwijodipuro Resmi Pimpin Paguyuban Trah KRT Wirowongso Wiroguno Kendal

RT Sukadi Dwijodipuro (baju hitam) saat resmi ditetapkan sebagai ketua kerabat trah Kanjeng Raden Wirowongso Wiroguno di Weleri, Kendal.
PIMPIN: RT Sukadi (baju hitam) sebagai ketua trah Kanjeng Raden Wirowongso Wiroguno di Weleri, Rabu (18/2). (DOK. PRIBADI/JOGLO JATENG)

KENDAL, Joglo Jateng – Suasana sederhana namun sarat makna kekeluargaan mewarnai pertemuan para kasepuhan di sebuah rumah makan di Kecamatan Weleri, Kabupaten Kendal, Rabu (18/2/26). Mereka berkumpul untuk melantik kepengurusan baru kerabat Trah KRT Wirowongso Wiroguno, yang merupakan garis keturunan Kesultanan Mataram, untuk periode 2026–2030.

Dalam prosesi pelantikan tersebut, Raden Tumenggung (RT) Sukadi Dwijodipuro secara resmi ditetapkan sebagai ketua. Ia memikul mandat untuk menakhodai dan menyatukan kembali kerabat trah yang kini tersebar di berbagai penjuru Pulau Jawa.

“Anggota Kerabat KRT Wirowongso Wiroguno tersebar luas di seluruh tanah Jawa. Hari ini yang hadir merupakan perwakilan untuk menyambung seduluran,” ungkap Sukadi usai pelantikan.

Keturunan Ke-10 Panembahan Senopati

Sebagai informasi, sejarah Trah KRT Wirowongso Wiroguno merupakan bagian tak terpisahkan dari jejak Mataram Islam. Silsilah keluarga ini terhubung langsung dengan raja pertama Kesultanan Mataram.

“Mbah Wiro Wongso adalah keturunan generasi ke-10 dari Panembahan Senopati. Silsilah inilah yang menjadi dasar kuat terbentuknya wadah kerabat trah ini,” terang Sukadi.

Jejak leluhur mereka juga sangat lekat dengan Kabupaten Kendal. Almarhum Kiai Kanjeng Raden Tumenggung (KRT) Wirowongso Wiroguno dimakamkan di Desa Sidomulyo, Kecamatan Cepiring. Hingga kini, pesarean (makam) tersebut menjadi salah satu titik ziarah yang kerap dikunjungi masyarakat luas.

Sang tokoh peninggalan Mataram ini diketahui memiliki tujuh orang anak yang makamnya juga tersebar di wilayah Kendal. Salah satu putrinya yang tersohor adalah Dewi Ratih Anjar Sari, atau akrab disapa Nyi Gombong. Makamnya berlokasi di Desa Lebosari, Kecamatan Kangkung, dan dirawat langsung oleh keturunannya, termasuk Kiai Rosidi yang merupakan pengasuh pondok pesantren setempat.

Konsolidasi Kerabat Lintas Daerah

Memasuki masa bakti lima tahun ke depan, Sukadi menegaskan bahwa fokus utama kepengurusannya adalah penguatan komunikasi internal. Mengingat luasnya sebaran anggota keluarga, konsolidasi menjadi langkah krusial.

Adapun perwakilan anggota kerabat yang hadir dalam pelantikan di Weleri ini berasal dari sejumlah wilayah, di antaranya:

  • Kabupaten Pekalongan
  • Kabupaten Batang
  • Kabupaten Semarang
  • DKI Jakarta

“Pengurus tidak hanya dari Kendal, tapi lintas daerah di Pulau Jawa. Oleh karena itu, komunikasi dan koordinasi antar pengurus maupun masing-masing seksi menjadi langkah awal agar program kerja kita bisa berjalan optimal,” pungkasnya. (ags/gih/rds)