PATI, Joglo Jateng – Suasana tegang dan penuh kekecewaan menyelimuti ruas jalan rusak Pati, tepatnya di jalur penghubung antarkecamatan Wedarijaksa dan Tlogowungu. Kesabaran warga Desa Wonorejo akhirnya habis setelah jalan berlubang dalam dan berlumpur itu kembali memakan korban, hingga membuat seorang pengendara terbaring koma di rumah sakit.
Sebagai bentuk protes keras kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati, warga setempat nekat menanami titik-titik lubang yang menganga dengan pohon pisang. Aksi pemblokiran jalan yang rusak sepanjang tiga kilometer ini menjadi simbol matinya kepedulian pemerintah terhadap infrastruktur desa yang sudah bertahun-tahun dibiarkan hancur.
Warga Koma Akibat Terperosok Lubang Jalan
Muhammad Jimat, salah satu warga Desa Wonorejo mengungkapkan, kerusakan infrastruktur ini sangat fatal dan sering menjadi jebakan maut bagi pengendara roda dua.
“Lubangnya sudah dalam-dalam dan sering menyebabkan kecelakaan. Saudara saya jatuh di sini dan masih koma dirawat di rumah sakit sampai hari ini,” ungkapnya dengan nada kecewa saat ditemui di lokasi.
Kekecewaan serupa dilontarkan oleh warga lainnya, Didik. Ia mengaku warga sudah berulang kali melaporkan kondisi infrastruktur yang lumpuh ini ke instansi terkait, namun tidak pernah ada tanggapan apalagi perbaikan.
“Jalan sepanjang kurang lebih tiga kilometer ini hampir semuanya rusak parah. Kami akhirnya berinisiatif melakukan pembenahan seadanya dan menanam pohon pisang. Ini sebagai bentuk protes keras,” tegas Didik.
DPUTR Pati Siapkan Rp 1,95 Miliar untuk Aspal Hotmix
Merespons aksi protes dan jatuhnya korban tersebut, Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUTR) Kabupaten Pati, Hasto Utomo, akhirnya angkat bicara. Ia memastikan bahwa perbaikan ruas jalan Tlogowungu–Bapoh tersebut sebenarnya telah masuk dalam program prioritas tahun 2026.
Guna menuntaskan polemik ini, pihak DPUTR telah menyusun skema perbaikan dengan rincian teknis sebagai berikut:
- Anggaran: Pemkab telah mengalokasikan dana sebesar Rp 1,95 miliar khusus untuk peningkatan kualitas jalan tersebut.
- Volume Pengerjaan: Perbaikan akan menjangkau panjang jalan sekitar 1,4 kilometer.
- Metode: Pengaspalan akan menggunakan material hotmix agar jalan lebih awet dan tahan lama.
- Target Eksekusi: Pelaksanaan fisik di lapangan diperkirakan akan dimulai pada akhir Maret atau awal April 2026.
“Sudah dialokasikan Rp 1,95 miliar. Saat ini masih proses perencanaan teknis. Perkiraan bulan Maret selesai perencanaan, lalu dilanjutkan tahapan pemilihan penyedia jasa dan langsung pelaksanaan,” jelas Hasto menanggapi keluhan warga. (lut/rds)










