PATI, Joglo Jateng – Di sela-sela kunjungannya memantau fasilitas layanan kesehatan di RSUD RAA Soewondo, Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra merespons tegas isu viral di media sosial terkait seruan berhenti membayar pajak. Ia mengimbau seluruh masyarakat Kabupaten Pati agar tidak mudah terprovokasi oleh narasi liar tersebut.
Menurut Chandra, informasi yang beredar belakangan ini terkait Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) sangat tidak utuh dan berpotensi menyesatkan publik. Padahal, ketaatan membayar pajak merupakan tulang punggung utama untuk membiayai pembangunan daerah dan fasilitas umum.
Literasi Digital dan Kontribusi Pembangunan
Chandra meminta masyarakat tetap tenang dan tidak mudah termakan hoaks atau narasi provokatif yang belum terverifikasi kebenarannya. Ia menekankan pentingnya literasi digital agar iklim pembangunan di daerah tidak terganggu oleh disinformasi.
“Terkait isu yang berkembang, saya mengimbau masyarakat Kabupaten Pati untuk tetap taat membayar pajak kendaraan. Pajak kendaraan adalah kewajiban kita bersama dan hasilnya kembali untuk kepentingan publik, mulai dari infrastruktur hingga pelayanan dasar,” ujar Chandra, belum lama ini.
Sinergi antara pemerintah dan masyarakat, lanjutnya, sangat krusial agar setiap kebijakan publik dapat dipahami secara utuh dan tidak disalahartikan.










