Jepara  

Angka Stunting di Jepara Turun 9,4 Persen, Kejar Target 2029

Seorang ibu asal Desa Kecapi, Kecamatan Tahunan saat memeriksakan kondisi kesehatan dan gizi anak di posyandu sebagai langkah pencegahan stunting.
PERIKSA: Salah satu ibu asal Desa Kecapi, Kecamatan Tahunan saat mengecek kondisi kesehatan anak agar tidak stunting di Posyandu Desa Kecapi, Kecamatan Tahunan, Kamis (26/2). (LIA BAROKATUS SOLIKAH/JOGLO JATENG)

JEPARA, Joglo Jateng – Upaya keras Pemerintah Kabupaten (Pemkab) menekan angka stunting di Jepara membuahkan hasil signifikan dengan persentase penurunan hingga 9,4 persen dalam tiga tahun terakhir. Suasana optimisme menyelimuti jalannya Pra Musrenbang Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting di Ruang Rapat RMP Sosrokartono, Kamis (26/2/2026).

Capaian impresif ini memperkuat kesiapan daerah berjuluk Kota Ukir tersebut dalam mengejar target nasional penurunan tengkes atau stunting yang dicanangkan pemerintah pusat pada tahun 2029 mendatang.

Capaian Survei Status Gizi Indonesia

Bupati Jepara, Witiarso Utomo memaparkan bahwa berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI), angka prevalensi berhasil ditekan secara akumulatif setara dengan 3.222 anak. Tercatat, angka tersebut menurun tajam dari 25 persen pada SSGI 2021 menjadi 15,6 persen pada pengukuran SSGI terakhir tahun 2024.

Alhamdulillah, kita di Kabupaten Jepara mampu menunjukkan kinerja yang cukup baik dalam mendukung komitmen tersebut,” ujarnya.

Sesuai Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) Tahun 2025-2045, pemerintah mematok prevalensi stunting nasional harus turun menjadi 14,2 persen pada 2029, dan ditekan lebih jauh hingga 5 persen pada 2045. Oleh karena itu, seluruh pihak diminta tidak lengah dan terus bekerja secara terukur.

“Kita masih memiliki target penurunan minimal sebesar 1,4 persen untuk mencapai target nasional pada tahun 2029,” imbuh Witiarso.

Sinergi Lintas Sektor untuk Generasi Sehat

Untuk mewujudkan misi jangka panjang tersebut, percepatan penanganan gizi buruk membutuhkan sinergi lintas sektor yang solid. Mulai dari peran aktif perangkat daerah, dedikasi tenaga kesehatan di berbagai tingkatan, hingga kesadaran penuh dari masyarakat.

“Kita kerja sama dan kawal terus agar angka stunting di Jepara terus menurun,” pungkasnya. (oka/gih/rds)