KUDUS, Joglo Jateng – Salah satu pejabat di Kota Kretek yakni Kepala Badan Perencanaan, Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperinda) Kabupaten Kudus, Sulistyowati, hingga kini masih tertahan di Arab Saudi akibat pembatalan penerbangan internasional yang dipicu meningkatnya eskalasi konflik geopolitik di kawasan Timur Tengah.
Ia seharusnya tiba di Indonesia pada Sabtu, 1 Maret 2026, pukul 01.10 dini hari waktu Jeddah.
Akan tetapi, kepulangan tersebut tertunda setelah maskapai membatalkan jadwal penerbangan.
Sulistyowati membenarkan kondisi tersebut. Ia menyebut pembatalan penerbangan terjadi karena dampak konflik yang melibatkan Iran, Israel, dan Amerika Serikat.
“Nggih leres, penerbangan kepulangan kami dari Jeddah tertunda karena dampak perang Iran–Israel,” ujarnya, saat dikonfirmasi.
Ia menjelaskan, keberangkatan umrah dilakukan pada 19 Februari 2026 melalui penerbangan dari Yogyakarta International Airport menuju Madinah dengan transit di Kuala Lumpur.
Selama berada di Tanah Suci, seluruh rangkaian ibadah dapat dijalani dengan lancar tanpa kendala berarti.
Sehari sebelum jadwal kepulangan, pada 28 Februari 2026, Sulistyowati masih melaksanakan tawaf di Makkah pada pagi hari.
Rombongan kemudian bertolak ke Jeddah pada siang hari dan singgah di kawasan Corniche untuk menunggu waktu berbuka puasa.
“Saat transit di Corniche menjelang waktu berbuka, kami baru mendapat informasi bahwa penerbangan dibatalkan oleh maskapai,” ungkapnya.
Menurut Sulistyowati, sekitar pukul 20.00 waktu setempat, seluruh rombongan diarahkan menuju hotel transit yang telah disiapkan maskapai.
“Rombongan kemudian dipindahkan ke hotel transit di Jeddah untuk menunggu penjadwalan ulang kepulangan,” katanya.










