Pemkot Gelar Gerakan Pangan Murah Semarang, Harga Cabai Turun Jadi Rp 75 Ribu

Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti meninjau warga yang antre sembako di Gerakan Pangan Murah
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti (tengah), saat meninjau langsung pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) di Kota Semarang, Jumat (6/3/2026). (HUMAS/JOGLO JATENG)

SEMARANG, Joglo Jateng – Dua pekan menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 H, Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang memperkuat intervensi harga kebutuhan pokok melalui Gerakan Pangan Murah Semarang secara serentak, Jumat (6/3/2026).

Langkah proaktif ini menjadi angin segar yang sangat dinantikan masyarakat untuk mendapatkan sembako terjangkau di tengah lonjakan konsumsi selama bulan puasa.

Kegiatan operasi pasar tersebut dipusatkan di Kantor Kecamatan Semarang Barat dan Pasar Pangan Murah Pak Rahman di wilayah Kecamatan Mijen pada Jumat pagi.

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti mengatakan, intervensi pasar ini diperkuat melalui koordinasi intensif bersama Satgas Pangan Kota Semarang.

Pihaknya mengoptimalkan armada keliling Pak Rahman (Pasar Pangan Rakyat Murah dan Aman) serta layanan Kempling Semarang agar distribusi logistik pangan dapat menjangkau masyarakat secara langsung di tingkat bawah.

“Atas hasil koordinasi dengan Satgas Pangan, kami sepakat menambah jumlah operasi pasar yang selama ini dilakukan. Targetnya mencapai 240 titik hingga akhir bulan puasa,” ujar Agustina dalam keterangan tertulisnya.

Ia menambahkan, armada pemerintah daerah akan terus bergerak menyasar 3 hingga 4 lokasi berbeda setiap harinya.

Gelontorkan Berton-ton Beras Murah

Dalam pelaksanaan operasi pasar tersebut, volume distribusi bahan pangan yang disalurkan terbilang sangat masif.

Di wilayah Kecamatan Semarang Barat, Pemkot menyalurkan sebanyak 1,5 ton beras SPHP, 3 ton beras medium, serta 300 kilogram bawang putih.