PEMALANG, Joglo Jateng – Menjelang arus mudik Lebaran 2026, ancaman keselamatan mengintai di sepanjang Jalur Pemalang-Bantarbolang akibat keberadaan pohon-pohon tua yang rawan tumbang. Apalagi, rute strategis ini merupakan urat nadi lalu lintas utama bagi para pemudik yang hendak menuju kawasan selatan Kabupaten Pemalang.
Kekhawatiran publik ini sangat beralasan dan membutuhkan tindakan segera dari dinas terkait. Pasalnya, berdasarkan catatan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), insiden pohon tumbang baru saja terjadi pada awal Maret lalu yang nahasnya menyebabkan adanya korban luka dan melumpuhkan total akses jalan.
Merespons tingginya risiko keselamatan tersebut, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pemalang dari Fraksi Gerindra, Wardoyo, mendesak pemerintah daerah agar segera turun tangan. Ia meminta agar langkah mitigasi bencana dieksekusi sejak dini sebelum volume kendaraan pemudik melonjak tajam.
“Wilayah selatan itu rawan. Kalau bisa, DPUPR segera melakukan penebangan atau merapikan pohon-pohon tua yang rawan tumbang,” ujar Wardoyo menanggapi kondisi jalur tersebut.
Antisipasi Bahaya di Kawasan Hutan Jati
Sebagai informasi, sepanjang ruas Jalan Pemalang-Bantarbolang diketahui membelah kawasan hutan Perhutani yang mayoritas didominasi oleh pohon jati berukuran besar. Ketika cuaca buruk berupa hujan lebat yang disertai angin kencang melanda, risiko pohon tumbang di kawasan tersebut langsung meningkat drastis.
Oleh karena itu, Wardoyo menuntut agar persiapan penyambutan para perantau yang pulang kampung harus dikonsep secara matang dengan menjamin keamanan infrastruktur jalan.
Terlebih lagi, gelombang kedatangan jutaan pemudik dari berbagai kota besar diyakini akan membawa putaran uang yang sangat masif bagi roda perekonomian Kabupaten Pemalang.
“Harus disambut dengan matang kedatangan mereka, karena pasti akan ada lonjakan pendapatan daerah. Momentum ini harus dimanfaatkan untuk pembiayaan pembangunan ke depan,” tegasnya. (fan/iza/rds)










