Kendal  

Ribuan Jemaah Padati Peringatan Haul ke-500 Wali Joko di Masjid Agung Kendal

Lautan ribuan jemaah yang antusias berkumpul memadati area Masjid Agung Kendal untuk mengikuti rangkaian peringatan Haul Wali Joko.
ANTUSIAS: Ribuan jemaah dari berbagai daerah memadati Masjid Agung Kendal di acara Haul Wali Joko, Sabtu (28/03/2026). (ISTIMEWA/JOGLO JATENG)

KENDAL, Joglo Jateng – Ribuan jemaah dari berbagai daerah antusias memadati kawasan Masjid Agung Kendal untuk menghadiri peringatan Haul Wali Joko ke-500 pada Sabtu (28/03/2026). Momentum spiritual yang rutin digelar setiap 8 Syawal ini menjadi wujud nyata pelestarian sejarah penyebaran agama Islam di kawasan pesisir utara Jawa.

Sejak pagi hari, para jemaah sudah berbondong-bondong datang untuk mengikuti rangkaian doa dan tahlil bersama di kompleks masjid. Area makam Wali Joko yang berada di sisi selatan masjid pun tak pernah sepi dari peziarah yang ingin mengenang jasa sang tokoh.

Ketua Takmir Masjid Agung Kendal, Kiai Haji Asroi Tohir, menuturkan bahwa peringatan haul ini merupakan momen penting untuk mengingat kembali perjuangan rintisan dakwah sang wali.

“Sekitar 500 tahun lalu, beliau sudah memulai dakwah sekaligus membangun Masjid Agung Kendal. Ini harus menjadi teladan bagi masyarakat,” ujar Kiai Asroi.

Lebih dari sekadar berdakwah, Wali Joko juga dikenal mengajarkan keseimbangan hidup kepada masyarakat di masanya. Ia merintis lahan pertanian di sekitar masjid sebagai pesan agar umat Islam mampu menjalani kehidupan duniawi dengan produktif tanpa melupakan urusan akhirat.

Selain memanjatkan doa, kegiatan tradisi Syawalan ini juga diwarnai dengan pembagian ribuan nasi bungkus kepada para jemaah.

Terkait pembagian makanan tersebut, Kiai Asroi menambahkan, “Ini bentuk keikhlasan masyarakat. Harapannya membawa keberkahan bagi semua.”

Target Penyelesaian Pembangunan Masjid

Di sisi lain, Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kendal, Agus Dwi Lestari, menyebut keberadaan Masjid Agung Kendal sebagai ikon kebanggaan daerah. Hingga saat ini, proses perluasan dan perombakan bangunan masjid masih terus berjalan.

“Pembangunan masjid saat ini baru sekitar 70 persen. Ini menjadi tanggung jawab bersama antara pemerintah dan masyarakat agar bisa segera diselesaikan,” kata Agus Dwi Lestari.

Pihaknya berharap adanya sinergi serta dukungan penuh dari berbagai pihak agar target penyelesaian fisik bangunan dapat segera rampung.

Dengan selesainya pembangunan tersebut, fungsi Masjid Agung Kendal sebagai pusat peradaban, kegiatan keagamaan, serta budaya masyarakat setempat diharapkan bisa semakin kuat dan representatif. (ags/gih/rds)