PATI, Joglo Jateng – Kondisi pusat Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Alun-alun Kembangjoyo Pati kini semakin memprihatinkan akibat minimnya kelayakan fasilitas. Buruknya pengelolaan infrastruktur publik ini berdampak langsung pada merosotnya pendapatan ratusan Pedagang Kaki Lima (PKL) yang menggantungkan nasib di sana.
Berlokasi di Kelurahan Kalidoro, Kecamatan Pati, kawasan ini dinilai luput dari perhatian pemerintah daerah. Minimnya penerangan lampu serta ketiadaan saluran pembuangan air membuat area tersebut menjadi sepi dan tidak nyaman dikunjungi warga.
Ketua Paguyuban PKL Alun-alun Kembangjoyo Pati, Tukul mengungkapkan bahwa permasalahan utama terletak pada kegelapan di malam hari dan genangan air saat musim penghujan.
“Saya kira kalau malam penerangan masih agak kurang, karena gelap. Lokasinya sebesar ini untuk drainase kurang, tidak ada malahan sehingga air menggenang,” ucap Tukul.
Pengunjung Sepi, Ratusan PKL Pilih Pergi
Ketiadaan saluran pembuangan air yang memadai membuat lapangan kerap tergenang ketika hujan turun. Situasi becek dan kotor ini secara otomatis mematikan minat masyarakat untuk datang bersantai maupun berbelanja.
“Kondisi lapangan atau lokasi ini banyak tergenang air. Jadi mohon maaf pengunjung agak ogah untuk datang kesini,” terangnya.
Sejatinya, Tukul menilai lokasi Alun-alun Kembangjoyo sangat strategis dan representatif untuk dijadikan sebagai pusat kuliner dan UMKM. Oleh karena itu, ia mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab Pati) agar segera turun tangan melakukan perbaikan dan perawatan secara rutin.
Jika terus dibiarkan tanpa pembenahan, roda ekonomi kerakyatan di kawasan tersebut terancam mati total. Terbukti, dari total 490 PKL yang terdaftar, kini hanya tersisa 25 pedagang saja yang masih sanggup bertahan membuka lapaknya.
“Ada yang berjualan di tempat lain dan sementara standby di rumah,” pungkasnya. (lut/fat/rds)










