Jalan Gombel Lama Semarang Bakal Ditutup Total 7 Bulan, Simak Jalur Pengalihannya

Kendaraan roda dua dan roda empat melintas padat di jalur menurun Jalan Gombel Lama Kota Semarang.
MENURUN: Suasana arus kendaraan saat melintas di kawasan Jalan Gombel Lama Semarang, belum lama ini. (HAFIFAH NUR CHASANAH/JOGLO JATENG)

SEMARANG, Joglo Jateng – Pemerintah memastikan akan segera melakukan rekonstruksi dan penutupan Jalan Gombel Lama di Kota Semarang usai arus mudik dan balik Lebaran 2026 selesai. Langkah perbaikan senilai Rp 17,5 miliar ini sangat dinantikan masyarakat mengingat kondisi jalan tersebut kerap memicu kemacetan dan bahaya longsor akibat tanah labil.

Perbaikan jalan sepanjang 1,27 kilometer ini merupakan bagian krusial dari paket besar preservasi ruas Semarang–Sruwen. Secara keseluruhan, total panjang paket mencapai 57,76 kilometer dengan anggaran Rp 181 miliar yang ditargetkan rampung pada akhir 2027 mendatang.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 3.3 Provinsi Jawa Tengah dari Balai Besar Penanganan Jalan Nasional Jateng-DIY, Alfan Noor Rizal mengatakan, penanganan Gombel Lama menjadi prioritas. Hal ini didasari oleh tingkat kerusakan infrastruktur yang sudah cukup parah.

“Gombel Lama itu jalan yang direkonstruksi sepanjang 1,27 kilometer. Perkiraan kami (dimulai) pertengahan April, sekitar tanggal 20-an,” ujarnya, Minggu (5/4/2026).

Ditutup Total 7 Bulan

Selama proses pengerjaan yang ditaksir memakan waktu hingga tujuh bulan, akses di kawasan tersebut akan ditutup total. Seluruh kendaraan akan dialihkan sepenuhnya menuju Jalan Gombel Baru guna mengantisipasi penumpukan arus lalu lintas.

Menurut Alfan, kondisi geologi di kawasan itu tergolong rawan pergerakan tanah. Sehingga, pekerjaan fisiknya membutuhkan metode konstruksi dan penanganan khusus.

“Kondisi geologi di Gombel itu termasuk rawan gerak di sana. Penanganannya harus menyeluruh. Kami menggunakan bore pile dengan kedalaman sekitar 28 meter plus mini pile,” jelasnya.

Antisipasi Keselamatan Pengendara

Keputusan penutupan akses secara penuh ini diambil demi menjamin keselamatan para pengguna jalan sekaligus memperlancar jalannya proyek jalan tersebut. Terutama pada titik-titik rawan longsor yang memerlukan tahapan pembongkaran total oleh alat berat.

Ia juga menegaskan bahwa proyek perbaikan ini murni dikerjakan untuk memulihkan fungsi jalan, tanpa ada kaitannya dengan pembangunan komersial lain di kawasan sekitar.

“Kami sudah konsultasi dengan Satlantas Polresta Semarang. Kebutuhannya memang pekerjaannya menyeluruh, jadi mau tidak mau traffic harus dialihkan,” ungkapnya. (hfh/gih/rds)