PATI, Joglo Jateng – Kondisi Alun-alun Kembangjoyo Pati saat ini kian memprihatinkan karena sepi pengunjung. Penurunan drastis jumlah pengunjung di pusat Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) ini berdampak langsung pada merosotnya pendapatan para Pedagang Kaki Lima (PKL) setempat yang menggantungkan hidupnya di sana.
Salah satu PKL sekaligus Ketua Paguyuban Pedagang Alun-alun Kembangjoyo, Tukul, sangat mengeluhkan kondisi lesunya perputaran ekonomi tersebut. Meski kawasan kian sepi, ia tetap nekat membuka lapak dan menyewakan motor serta mobil listrik mainan, asalkan cuaca mendukung.
Pendapatan yang ia peroleh kini anjlok tajam. “Kalau Rp 100 ribu juga dapat 10 penyewa. Rp 10 ribu per tujuh menit,” katanya, belum lama ini.
Di tengah himpitan ekonomi, Tukul sangat berharap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati segera merealisasikan kegiatan Car Free Day (CFD) di lokasi tersebut. Kebijakan ini diyakini mampu kembali mendongkrak omzet PKL Pati yang kian terpuruk.
Tagih Realisasi CFD Pemkab Pati
Tukul menagih rencana yang sempat dilontarkan oleh Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati terkait penggiliran lokasi pelaksanaan hari bebas kendaraan bermotor tersebut.
“Semoga apa yang dikatakan Plt Bupati Pati Pak Chandra, nanti untuk CFD satu bulan penuh. Minggu ganjil di minggu pertama dan ketiga nanti ditempatkan di Alun-alun Simpang Lima Pati,” terangnya.
Ia melanjutkan, untuk minggu genap yakni minggu kedua dan keempat, kegiatan rutin tersebut diharapkan benar-benar dipusatkan di Alun-alun Kembangjoyo.
Terkait fasilitas, Tukul menilai infrastruktur alun-alun sebenarnya masih cukup bagus dan sering dimanfaatkan warga. Namun, butuh perawatan rutin dari Pemkab Pati, terutama terkait masalah infrastruktur dasar yang mengganggu kenyamanan.
“Sebetulnya kalau pagi hari sini itu ramai untuk jogging, untuk olahraga. Cuma kondisinya ini perlu dibenahi, jadi jangan sampai ada genangan air,” pungkasnya.
Sebelumnya, Plt Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, telah mengungkapkan bahwa pihaknya memang berencana menggelar sejumlah kegiatan keramaian, salah satunya CFD. Hal ini difokuskan sebagai langkah intervensi ekonomi.
“Itu baru saya rencanakan kegiatan-kegiatan di Alun-alun Kembangjoyo sana. Kita programkan supaya PKL di sana hidup lagi,” tegas Risma Ardhi. (lut/fat/rds)










