PATI, Joglo Jateng – Kondisi memprihatinkan dialami oleh para siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) Mencon di Kecamatan Pucakwangi, Kabupaten Pati. Hampir 90 persen bangunan sekolah tersebut rusak parah, memaksa sebagian besar siswanya harus mengungsi dan menumpang belajar di rumah warga sekitar.
Kerusakan infrastruktur pendidikan ini mencapai titik puncaknya saat hujan deras mengguyur wilayah Pucakwangi pada Sabtu (11/4/2026). Tingginya intensitas hujan mengakibatkan atap salah satu ruangan amblas pada pukul 19.00 WIB.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Pihak sekolah ternyata telah mengosongkan ruangan yang rawan ambruk sejak dua tahun lalu demi keselamatan para anak didik.
Kepala SDN Mencon Pati, Muhammad Yasin Amin, menjelaskan insiden akhir pekan lalu memperburuk kondisi fisik bangunan yang memang sudah ditelan usia.
“Malam Minggu sekitar pukul 19.00 terjadi hujan deras hingga atap kelas roboh. Namun, alhamdulillah kejadiannya malam hari. Kelas tersebut sudah saya kosongkan sekitar dua tahun lalu demi keselamatan siswa,” terangnya.
Mengingat empat ruang kelas tak lagi bisa difungsikan, pihak sekolah harus memutar otak agar kegiatan belajar mengajar (KBM) tetap berjalan. Siswa kelas I hingga IV kini disebar ke berbagai lokasi darurat.
Kelas I terpaksa menempati balai desa, sementara kelas II belajar di rumah perangkat desa. Adapun kelas III berada di rumah wali kelas, dan kelas IV menggunakan area kantor Pemerintah Desa Mencon. Praktis, hanya siswa kelas V dan VI yang masih bertahan mengikuti pembelajaran di area sekolah.
Kondisi Tanah Labil
Yasin menegaskan, kondisi tanah di lokasi sekolah yang lapuk dan rawan bergeser membuat perbaikan darurat secara parsial sangat berisiko. Revitalisasi fisik harus dilakukan secara menyeluruh dari fondasi hingga atap.
“Hampir 90 persen bangunan tidak layak. Jika hanya diperbaiki sebagian, kami khawatir justru membahayakan karena banyak tembok sudah retak,” ungkapnya.
Pihak sekolah sebenarnya tidak tinggal diam. Mereka telah mengajukan perbaikan sekolah melalui sistem Data Pokok Pendidikan (Dapodik) sejak empat tahun lalu kepada pemerintah daerah hingga pusat.
Berdasarkan hasil pengajuan, sekolah ini direncanakan menerima bantuan fisik pada dua tahun mendatang.
“Alhamdulillah, informasi dari Dinas Pendidikan, tahun 2026 sekolah kami masuk nominasi Dana Alokasi Khusus (DAK) umum dan reguler. Dengan adanya musibah ini, kami berharap penanganan bisa dipercepat sesuai kondisi sekolah,” pungkasnya. (lut/iza/rds)












