PEMALANG, Joglo Jateng – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pemalang mengeluarkan peringatan dini terkait ancaman kebakaran hutan di wilayah selatan. Potensi bencana ini mengintai seiring prediksi datangnya musim kemarau panjang pada 2026.
Kawasan sepanjang punggung hutan dipetakan sebagai titik yang paling rawan terbakar. Risiko tersebut akan melonjak drastis ketika kekeringan ekstrem mulai melanda wilayah tersebut.
Kepala Pelaksana BPBD Pemalang, Agus Ikmaludin, mengingatkan masyarakat untuk tidak lengah. Meskipun saat ini hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih sering turun, kewaspadaan terhadap kekeringan tetap diperlukan.
“Sepanjang kawasan hutan, jika terjadi kekeringan tentu rawan kebakaran,” tegas Agus dalam keterangannya, Senin (20/4/2026).
Siagakan Ribuan Liter Air Bersih
Selain ancaman kebakaran hutan Pemalang, kekeringan panjang juga memicu risiko krisis air bersih di wilayah dengan sumber daya terbatas. Sebagai langkah mitigasi cepat, pemerintah daerah telah menyiagakan sejumlah sarana dan prasarana penunjang.
Tim gabungan telah menyiapkan armada untuk mobilisasi bantuan logistik kepada masyarakat terdampak. Kapasitas distribusi pasokan air disiapkan hingga 5.000 liter guna mencukupi kebutuhan darurat.
Selain kesiapan infrastruktur, koordinasi intensif dengan berbagai pemangku kepentingan (stakeholder) juga terus digenjot. Langkah lintas sektoral ini krusial untuk mempercepat penanganan apabila bencana mulai terjadi di musim kemarau 2026.
Pemantauan Ketat Titik Api
Guna meminimalisir risiko kerugian, petugas BPBD akan terus melakukan pemantauan dan asesmen langsung di lapangan. Pihak berwenang juga berkomitmen menindaklanjuti seluruh laporan warga terkait potensi kekeringan beserta dampaknya.
Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kepekaan lingkungan sekitar. Warga diminta secara tegas untuk tidak melakukan aktivitas apa pun yang berpotensi memicu percikan api.
Kewaspadaan ekstra ini sangat krusial, khususnya bagi masyarakat yang beraktivitas di sekitar area kawasan hutan selama musim kemarau berlangsung. (fan/ree/rds)










