Tim Reaksi Cepat PDAM Tirta Perwitasari Purworejo Siaga Hadapi Kemarau Panjang

Dirut PDAM Tirta Perwitasari, Hermawan Wahyu Utomo. (MARNIE/JOGLO JATENG)

PURWOREJO, Joglo Jateng – Berdasarkan prediksi BMKG, kemarau akan datang lebih awal pada 2026 ini. Sebagai dampaknya, sejumlah wilayah, termasuk Jawa Tengah, akan mengalami kemarau panjang.

Menanggapi kekhawatiran masyarakat akan terjadinya kemarau panjang, PDAM Tirta Perwitasari Purworejo mengambil beberapa langkah strategis. Hal itu dikarenakan air bersih adalah benteng pertahanan pertama.

“Jika akses air bersih terganggu, risiko sanitasi buruk meningkat, dan anak-anaklah yang paling terdampak. Dalam mengantisipasi kemarau panjang, kami mengambil langkah-langkah strategis,” tutur Dirut PDAM Tirta Perwitasari, Hermawan Wahyu Utomo, Selasa (12/5/2026).

Ia mengungkapkan, langkah strategis yang dapat diambil adalah memprioritaskan kepercayaan masyarakat yang sudah berlangganan. Di musim kemarau yang akan datang, PDAM Tirta Perwitasari perlu mengantisipasi jika debit air sumur dalam dan sungai menurun.

“Kami melakukan manajemen tekanan baik di instalasi pengolahan air maupun di jaringan distribusi ke pelanggan. Selain itu kami juga menyiapkan Tim Reaksi Cepat yang selalu bersiaga 24 jam untuk menangani adanya laporan gangguan aliran ataupun memperbaiki kebocoran pipa,” ungkap Hermawan.

Kedua, imbuhnya, pembuatan reservoir baru di daerah Mudalrejo dengan kapasitas 650 meter kubik untuk mengamankan suplai pelayanan kota. Selanjutnya, menambah suplai di wilayah Cabang Banyuurip dari produksi sumur Pangen.

Prioritas keempat adalah menambah jaringan pipa distribusi untuk daerah Kecamatan Grabag dan sebagian Kecamatan Ngombol. Langkah ini untuk mengantisipasi kekeringan daerah tersebut dari pengolahan air Jembangan, Kecamatan Prembun, Kabupaten Kebumen.

“PDAM adalah perusahaan daerah, artinya kami punya tanggung jawab sosial, terutama bagi warga di daerah kekeringan yang belum terjangkau pipa kami. Untuk menjangkau daerah tersebut, kami sudah menyiapkan mobil tangki dalam kondisi prima,” jelasnya.

Hermawan menegaskan, jika sewaktu-waktu dibutuhkan, pihaknya siap mengantarkan air bersih ke titik-titik yang mengalami krisis air. Pihaknya juga siap berkoordinasi dengan stakeholder terkait seperti BPBD untuk memetakan desa-desa rawan kekeringan.

“Kami juga memprioritaskan agar bantuan air dilayani ke wilayah dengan tingkat stunting tinggi,” papar Hermawan.

Untuk jangka panjang, sambungnya, saat ini PDAM terus mengkaji pemanfaatan sumber air lainnya dan selalu berkoordinasi dengan pemangku kepentingan. Hal ini agar semua pihak terus mendukung PDAM dalam mewujudkan kemandirian air bersih di Purworejo.

Hermawan mengimbau agar masyarakat menggunakan air sebijak mungkin dengan cara menampung air selagi mengalir. Ia juga mengimbau agar menghindari penggunaan air bersih untuk hal yang tidak mendesak, seperti mencuci kendaraan secara berlebihan. (mrn/ree/rds)