PATI, Joglo Jateng – Petani di Kabupaten Pati terdampak kenaikan dolar. Pasalnya, kondisi ini mengakibatkan harga pupuk nonsubsidi mengalami kenaikan.
Ketua Serikat Petani Pati, Kamelan mengungkapkan harga sejumlah pupuk nonsubsidi mengalami kenaikan sekitar 20 persen. Kenaikan ini terjadi sejak melambungnya dolar dan melemahnya nilai tukar rupiah.
“Dampak rupiah turun dan dolar naik ini menjadi harga pupuk naik. Dolar naik juga dirasakan orang desa. Karena bahan baku pupuk sebagian besar impor,” ucapnya.
Ia menyebut harga pupuk nonsubsidi naik beragam. Antara lain yakni pupuk jenis ZA Plus per kantong 25 kg Rp 240 ribu atau per kg Rp 9.600, KCL Rp 10 ribu per kg, NPK Mutiara Rp 12 ribu per kg, SP26 berkisar Rp 9.000 per kg, dan SP Bonsai Rp 15 ribu per kg.
“Beberapa bulan lalu belum naik. Sebelum dolar naik itu dikurangi sekitar 20 persenan,” sebutnya.
Menurutnya, pupuk nonsubsidi ini sangat diperlukan untuk memaksimalkan produksi gabah. Pasalnya, pupuk bersubsidi dari pemerintah dinilai mempunyai kualitas yang kurang, sehingga perlu tambahan pupuk nonsubsidi.
“Jelas pupuk yang subsidi itu kualitasnya kurang karena kandungan dikurangi. Karena kualitas turun, petani ingin mempertahankan produksi jadi terpaksa tambah pupuk nonsubsidi,” terangnya.
Naiknya harga pupuk nonsubsidi ini membuat petani Pati terpaksa mengurangi penggunaan. Dampaknya, produksi pertanian berpotensi kian berkurang.
“Otomatis berpengaruh produksi. Karena asupan unsur hara berkurang,” imbuhnya.
Ia pun berharap kepada pemerintah untuk berupaya menguatkan nilai tukar rupiah. Menurutnya, dengan menguatnya nilai tukar rupiah terhadap dolar, harga pupuk nonsubsidi juga berpotensi ikut turun.
“Harapannya memang biaya produksi rendah, harga gabah stabil. Pemerintah harus bisa mengendalikan mata uang. Karena mata uang lemah itu hanya Indonesia. Di luar Indonesia stabil,” pungkasnya.
Sebagai informasi, nilai tukar rupiah terhadap dolar mengalami pelemahan. Bahkan pada Senin (8/6/2026) lalu, nilai tukar dolar ke rupiah sempat tembus Rp 18.190 per 1 dolar Amerika. Kini nilai tukar rupiah masih di angka Rp 17.712 per 1 dolar Amerika. (lut/rds)








