Jepara  

Ada Pocong hingga Unta! Ribuan Santri Jepara Tumpah Ruah di Kirab Gebyar Muharram 1448 H

SEMANGAT: Para santri di Jepara saat mengikuti kirab santri atau gebyar Muharram di depan Tugu Alun-alun 1 Jepara, Selasa (16/6/2026). (LIA BAROKATUS SOLIKAH/JOGLO JATENG)

Perwakilan Pondok Pesantren Salafiyah Bukhoriyah Raguklampitan, Kecamatan Batealit, Dimas Wildan Badruzzaman mengatakan, pihaknya mengikutsertakan 20 santri. Mereka tampil mengangkat tema kematian dan kehidupan akhirat.

Tema tersebut divisualisasikan melalui berbagai kostum. Mulai dari pocong, orang tertusuk, malaikat maut, hingga malaikat pencabut nyawa.

“Kami ingin mengingatkan bahwa suatu saat nanti manusia akan kembali kepada Yang Maha Kuasa. Gambaran seperti pocong atau orang tertusuk memang terlihat menyeramkan,” katanya.

“Tetapi itu menjadi pengingat bagi kita semua tentang kematian. Para santri harus ingat,” imbuhnya.

Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Jepara, Akhsan Muhyiddin, mengungkapkan bahwa kirab santri kali ini berbeda dengan tahun sebelumnya. Jika sebelumnya menggunakan kendaraan, tahun ini para santri memilih berjalan kaki.

“Tahun kemarin memakai mobil, tahun ini kami memilih jalan kaki agar lebih dekat dengan masyarakat. Semangat itu yang kami junjung, sekaligus untuk menghibur masyarakat,” ungkapnya.

Ia menyebut, kirab diikuti sekitar 62 lembaga pendidikan Islam dengan jumlah peserta 20 orang setiap lembaga.

“Ada sekitar 1.200 peserta yang mengikuti kirab kali ini. Mereka didampingi oleh beberapa guru dari masing-masing lembaga,” jelasnya.

Rute yang ditempuh mencapai sekitar 5 kilometer. Dimulai dari Alun-alun 1 Jepara menuju kawasan Rumah Dinas Wakil Bupati melalui Jalan Kartini dan Jalan Pemuda.

Peserta kemudian melewati rute Saudara Jepara dan kembali lagi ke Alun-alun 1 Jepara.

Akhsan berharap, ke depan, kegiatan kirab santri pada Gebyar Muharram ini dapat digelar lebih besar dan meriah.

“Tentu dukungan dari pemerintah jadi semangat bagi kami untuk menjalankan acara ini ke depan,” tuturnya.

Bupati Jepara, Witiarso Utomo, menyampaikan peringatan 1 Muharram merupakan momentum penting untuk memperkuat semangat religius masyarakat Jepara.

“Semangat Kabupaten Jepara yang religius harus terus kita jaga. Tahun Baru Islam menjadi momentum untuk menumbuhkan semangat baru, keberkahan, dan kebersamaan bagi masyarakat Jepara,” pungkasnya. (oka/gih/rds)