KUDUS, Joglo Jateng – Kantor Pertanahan Kabupaten Kudus bakal terus memperkuat kualitas pelayanan publik. Hal ini dilakukan melalui peningkatan integritas, akurasi data, dan percepatan layanan pertanahan.
Komitmen tersebut ditegaskan dalam kegiatan Coffee Morning yang dipimpin Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Kudus, Heru Muljanto. Ia didampingi jajaran pejabat struktural, koordinator kelompok substansi, dan admin di lingkungan kantor setempat.
Kegiatan tersebut menjadi forum evaluasi sekaligus konsolidasi internal. Tujuannya guna memastikan seluruh program dan pelayanan pertanahan berjalan sesuai target yang telah ditetapkan.
Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Kudus, Heru Muljanto, mengatakan peningkatan kualitas layanan harus menjadi perhatian seluruh pegawai. Menurutnya, masyarakat membutuhkan pelayanan yang cepat, tepat, dan transparan.
Selain itu, pelayanan prima juga harus didukung dengan ketersediaan data pertanahan yang akurat.
“Integritas dan kualitas pelayanan harus terus diperkuat. Data pertanahan yang valid menjadi dasar penting dalam memberikan kepastian hukum kepada masyarakat,” ujarnya, Kamis (18/6/2026).
Dalam evaluasi tersebut, sejumlah aspek krusial menjadi perhatian. Di antaranya kondisi data pertanahan di Jawa Tengah, penyelesaian tunggakan pekerjaan, serta penanganan berkas yang masih dalam proses.
Selain itu, perkembangan Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) juga dibahas secara mendalam.
Percepatan transformasi layanan pertanahan berbasis elektronik juga menjadi salah satu fokus utama. Digitalisasi layanan dinilai mampu meningkatkan efisiensi kerja sekaligus memberikan kemudahan bagi masyarakat.
Heru menegaskan, setiap unit kerja harus memastikan pengelolaan sistem berjalan optimal. Hal ini termasuk menjaga kualitas data yang tersimpan dalam sistem pertanahan digital.
Ketersediaan sumber daya manusia dan dukungan administrasi yang memadai juga menjadi faktor penting. Keduanya dinilai sangat berperan dalam mendukung kelancaran pelayanan.
Ia juga mengingatkan seluruh pegawai agar menjadikan berbagai dinamika dan tantangan sebagai bahan evaluasi. Tantangan dalam pelaksanaan tugas harus menjadi pembelajaran untuk meningkatkan profesionalisme kerja.
“Setiap persoalan harus menjadi pelajaran untuk memperkuat kewaspadaan dan memperbaiki kualitas pelayanan ke depan,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, turut disampaikan arahan dari Kepala Kantor Wilayah Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Provinsi Jawa Tengah. Arahan itu terkait penguatan budaya kerja dan pembangunan integritas di lingkungan kerja.
Integritas dinilai sebagai fondasi utama dalam menjaga kepercayaan masyarakat terhadap institusi pertanahan.
“Kami juga didorong untuk meningkatkan kualitas data, mempercepat penyelesaian berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat, serta terus meningkatkan mutu pelayanan publik,” pungkasnya. (adm/rds)










