Kudus  

Kuliner Kudus Waroeng Kepayon Sajikan Ceker Tulang Lunak Tujuh Rasa

MANTAP: Istri Bupati Kudus, Endah Sam'ani, saat mencicipi kuliner ceker tulang lunak dengan berbagai pilihan rasa di Waroeng Kepayon. (ISTIMEWA/JOGLO JATENG)

Dari seluruh menu yang tersedia, rasa pedas dan pedas manis menjadi favorit pelanggan. Menurutnya, kedua varian tersebut memiliki cita rasa yang cocok untuk berbagai kalangan sehingga paling sering dipesan.

“Rasa pedas dan pedas manis masih menjadi menu yang paling banyak dicari pelanggan,” ungkapnya.

Menurutnya, ceker tulang lunak masih menjadi menu andalan karena memiliki keunikan tersendiri yang belum banyak ditemukan di wilayah sekitar Kudus. Selain itu, pelanggan juga mulai menyukai inovasi ceker tanpa tulang yang menawarkan kepraktisan saat disantap tanpa mengurangi cita rasa dan teksturnya.

Sejak membuka warung fisik pada 2023, penjualan terus menunjukkan peningkatan. Dalam sehari, Waroeng Kepayon mampu menghabiskan 10 hingga 30 kilogram ceker. Jumlah tersebut biasanya meningkat saat akhir pekan karena banyak keluarga yang datang untuk makan bersama.

“Saat akhir pekan penjualan biasanya naik karena banyak keluarga yang datang. Pelanggan kami tidak hanya pelajar dan mahasiswa, tetapi juga keluarga,” katanya.

Harga yang ditawarkan juga relatif terjangkau. Ceker isi lima dibanderol Rp 14 ribu, isi tujuh Rp 19 ribu, dan isi sepuluh Rp 22 ribu. Selain menu utama, tersedia pula aneka camilan mulai Rp 4 ribu, minuman Rp 3 ribu, serta menu makanan berat dengan harga mulai Rp 16 ribu.

Warung ini buka setiap hari mulai pukul 11.00 hingga 21.00 WIB, kecuali hari Selasa. Pemesanan ditutup pada pukul 20.30 WIB. Untuk memudahkan transaksi, Waroeng Kepayon juga menyediakan pembayaran digital melalui QRIS BRI sejak pertama kali membuka warung.

Meski pembayaran tunai masih digunakan sebagian pelanggan, transaksi nontunai semakin diminati karena dinilai lebih praktis.

“Banyak pelanggan memilih QRIS karena lebih cepat dan praktis saat bertransaksi,” jelas Indira.

Konsistensi rasa, inovasi produk, serta pelayanan yang terus dijaga menjadi modal utama Waroeng Kepayon untuk bertahan di tengah semakin banyaknya pelaku usaha kuliner sejenis di Kudus.

“Kunci usaha kami adalah menjaga rasa tetap konsisten dan terus mengikuti selera pelanggan,” pungkasnya. (adm/rds)