KUDUS, Joglo Jateng – Kuliner khas Nusantara terus mendapat tempat di hati masyarakat Kudus. Salah satunya ayam pop dan rendang yang disajikan Kedai Tradisi Ayam Pop & Rendang di Jalan Kenari No. 42, Wergu Kulon, Kecamatan Kota Kudus. Meski baru beroperasi sekitar tiga bulan, kedai tersebut berhasil menarik perhatian pencinta kuliner karena menghadirkan cita rasa autentik tanpa menggunakan penyedap rasa atau MSG.
Pemilik usaha, Muhammad Ana Agung (27), merupakan perantau asal Aceh yang mulai menetap di Kudus sejak September 2025. Setelah beberapa bulan tinggal di Kota Kretek, ia melihat peluang bisnis yang cukup menjanjikan karena belum banyak pelaku usaha yang menawarkan menu ayam pop sebagai sajian utama.
Menurutnya, banyak rumah makan Padang menyediakan ayam pop sebagai menu pelengkap. Namun, sangat sedikit yang menjadikan menu tersebut sebagai identitas utama usaha. Kondisi itulah yang mendorongnya membuka Kedai Tradisi Ayam Pop & Rendang.
“Saya melihat kuliner ayam pop di Kudus masih sangat jarang. Karena itu saya memilih fokus pada dua menu utama saja, yakni ayam pop dan rendang agar memiliki ciri khas yang berbeda,” ujarnya.
Meski ayam pop identik dengan kuliner khas Sumatra Barat, Ana Agung mengaku sengaja membatasi jumlah menu agar kualitas rasa tetap terjaga. Seluruh proses produksi dilakukan sendiri dengan mengutamakan resep tradisional dan penggunaan rempah-rempah alami.
Hal yang membedakan produknya dengan usaha sejenis adalah komitmennya untuk tidak menggunakan MSG atau micin. Sebagai gantinya, berbagai rempah seperti kunyit, jahe, bawang, dan racikan bumbu khas Sumatra digunakan untuk menghasilkan rasa gurih alami.
“Kami tidak menggunakan micin. Semua rasa berasal dari rempah-rempah alami dan resep yang sudah turun-temurun. Selain lebih sehat, makanan juga lebih tahan lama dan tidak mudah basi,” katanya.
Untuk menjaga kualitas, seluruh bahan baku diperoleh dari pasar lokal di Kudus. Mulai dari ayam hingga kebutuhan bumbu dibeli setiap hari dan diolah secara langsung di dapur produksi kedai.
Meski tergolong pemain baru, respons masyarakat Kudus dinilai sangat positif. Banyak pelanggan yang datang karena penasaran dengan cita rasa ayam pop autentik yang selama ini belum banyak ditemukan di wilayah Kudus dan sekitarnya.
Dalam sehari, kedai tersebut mampu menghabiskan sekitar 30 hingga 35 kilogram ayam. Jumlah tersebut setara dengan sekitar 100 hingga 200 porsi makanan yang terjual setiap hari.
“Kami bersyukur respons masyarakat sangat baik. Banyak pelanggan datang kembali karena menyukai rasa dan konsep makanan yang kami tawarkan,” ungkapnya.










