KUDUS, Joglo Jateng – Sebanyak 23 siswa kelas VI SD 3 Purwosari mengikuti prosesi wisuda dan pemakaian medali kelulusan sebagai penanda berakhirnya masa pendidikan dasar mereka, belum lama ini.
Kegiatan berlangsung khidmat dan penuh haru dengan dihadiri orang tua, guru, serta seluruh warga sekolah.
Dalam kesempatan tersebut, sekolah juga memberikan penghargaan kepada tiga siswa dengan nilai terbaik.
Peringkat pertama diraih Marcello Arya Pratama, disusul Fanno Putra Fitrianto di posisi kedua, dan Shiena Nadhifa Izzatunisa di peringkat ketiga.
Penyerahan penghargaan dilakukan dengan didampingi orang tua masing-masing.
Prosesi wisuda ditutup dengan suasana penuh kebanggaan dari para siswa, guru, dan orang tua yang menyaksikan langkah awal anak-anak menuju jenjang pendidikan berikutnya.
Kepala SD 3 Purwosari, Noor Aini Wijayakusumaningsih, menyampaikan pesan mendalam kepada para lulusan agar menjadikan pengalaman selama menempuh pendidikan di sekolah sebagai bekal menghadapi masa depan.
Menurutnya, perpisahan sekolah bukan sekadar acara seremonial, melainkan awal perjalanan baru untuk meraih cita-cita yang lebih tinggi.
“Beberapa tahun lagi kalian akan sadar bahwa hari ini adalah salah satu kenangan yang paling berharga. Kalian mungkin lupa nilai ulangan atau tugas yang pernah diberikan guru, tetapi kalian tidak akan lupa suasana kelas, teman sebangku, suara bel masuk, dan guru yang pernah membimbing kalian,” pesannya.
Ia mengatakan, selama bersekolah para siswa tidak hanya belajar membaca dan berhitung, tetapi juga belajar tentang tanggung jawab, menghargai sesama, serta bangkit saat menghadapi kegagalan.
“Dunia tidak selalu mudah. Akan ada masa ketika kalian kecewa, lelah, bahkan ingin menyerah. Ingatlah bahwa kalian pernah menjadi anak kecil yang berani datang ke sekolah, belajar dari nol, dan terus mencoba walaupun sering salah,” ujarnya.
Noor Aini juga berpesan agar para siswa tetap rendah hati, tidak meremehkan orang lain, serta selalu menghormati orang tua dan guru.
“Kelulusan bukan akhir, tetapi langkah pertama menuju mimpi yang lebih besar. Semoga suatu hari nanti ketika kalian berhasil meraih cita-cita, kalian masih ingat sekolah kecil ini, tempat kalian pernah tumbuh, tertawa, dan belajar bersama,” katanya. (iza).










