Semangat serupa juga ditunjukkan muralis muda Batang, Risfi. Dalam Batang Art Festival ke-7, ia bersama tim mengangkat tema “Bahureksa Babad Alas Roban”.
Karya tersebut menjadi simbol semangat membersihkan berbagai hambatan dalam pembangunan.
Sebelum mulai melukis, tim terlebih dahulu mempelajari sejarah tokoh Bahureksa agar kritik dan pesan yang disampaikan memiliki dasar yang kuat.
“Melalui mural ini kami ingin menyampaikan pesan tentang semangat menjaga nilai-nilai perjuangan dan pembangunan. Karena itu, kami mempelajari sejarahnya terlebih dahulu,” ujar Risfi.
Karya tersebut bahkan mendapat perhatian langsung dari Bupati Batang, M. Faiz Kurniawan. Ia menyaksikan proses pembuatannya dan membubuhkan tanda tangan di atas mural sebagai bentuk apresiasi.
Bagi para muralis Batang, prestasi bukanlah tujuan utama. Yang lebih penting adalah bagaimana mural tetap menjadi ruang berekspresi untuk menyampaikan kritik yang santun, membangun, dan mampu menginspirasi masyarakat.
Justru dari konsistensi menyuarakan pesan-pesan itulah karya mereka kini semakin diperhitungkan di tingkat nasional. (fan/ree/rds)










