Terkait pelaksanaan MPLS, kegiatan ini dijadwalkan berlangsung selama lima hari, yakni mulai Senin (13/7/2026) hingga Jumat (17/7/2026). Muldiyanto menggaransi pihak sekolah patuh sepenuhnya pada regulasi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
“Sudah tiga tahun ini kami murni menjalankan MPLS tanpa perpeloncoan, tanpa seragam yang aneh-aneh, dan tanpa materi fisik,” jelas Muldiyanto.
“Fokus kami murni pengenalan tata tertib, lingkungan sekolah, guru, serta demo ekstrakurikuler yang berprestasi,” terangnya.
Tak sekadar mengenalkan lingkungan fisik sekolah, SMK Pancabakti Banjarnegara langsung tancap gas memberikan wawasan industri kepada para siswa baru.
Sekolah yang mengasuh lima kompetensi keahlian ini terbukti telah membangun jejaring kemitraan strategis dengan korporasi raksasa. Kelima keahlian itu meliputi Gambar Bangunan (DPIB), Elektronika (TI), Kendaraan Ringan (TKR), Komputer Jaringan (TKJ), dan Teknik Sepeda Motor (TSM).
“Untuk jurusan TKJ, kami bekerja sama dengan Axioo dan BCA, di mana siswa magang selama 6 bulan dan mendapatkan gaji,” tambah Muldiyanto.
“Kami juga bermitra dengan Daihatsu untuk kurikulum TKR dan PLN Icon Plus untuk jurusan elektronika,” urainya.
Sebagai langkah konkret, selama masa orientasi ini, para siswa baru diajak langsung meninjau fasilitas bengkel kerja dan ruang praktik industri. Langkah strategis ini diambil agar sejak hari pertama sekolah, siswa sudah memahami realitas dunia kerja.
Diharapkan, orientasi ini mampu memantik motivasi belajar yang tinggi.
Sehingga saat lulus kelak, mereka tidak hanya andal secara teknis (hard skills) tetapi juga memiliki mentalitas profesional (soft skills) yang siap bersaing di pasar global. (cr1/ree/rds)










