Menurut Isak, langkah itu menjadi solusi untuk memperluas akses pendidikan. Sekaligus membantu pemerintah daerah yang memiliki keterbatasan anggaran dalam membiayai pendidikan tinggi.
“Kami berharap kerja sama ini terus berlanjut. Dengan adanya dukungan dari pihak kampus, semakin banyak anak-anak Kaimana yang bisa memperoleh pendidikan tinggi sehingga beban APBD juga dapat berkurang,” katanya.
Program pengiriman mahasiswa tersebut diinisiasi oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Kaimana. Program ini menjadi bagian dari upaya membangun SDM yang unggul, berkarakter, dan siap mengabdi di daerah asal.
Program ini tidak sekadar memberikan kesempatan kuliah bagi warga. Tetapi juga menyiapkan generasi yang memiliki kompetensi akademik sekaligus nilai-nilai moral.
Melalui kerja sama dengan berbagai perguruan tinggi, MUI Kabupaten Kaimana bersama Pemkab Kaimana berupaya membuka akses pendidikan bagi generasi muda. Terutama mereka yang memiliki keterbatasan ekonomi.
“Program tersebut juga diarahkan untuk mencetak tenaga profesional di berbagai bidang yang nantinya kembali membangun Kabupaten Kaimana,” bebernya.
Selain meningkatkan kualitas SDM, program ini diharapkan mampu memperkuat jejaring kerja sama. Baik antara pemerintah daerah, MUI Kabupaten Kaimana, maupun perguruan tinggi.
“Nah, dengan demikian, lahir generasi muda Papua yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun global. Tentunya tanpa meninggalkan identitas serta komitmennya untuk mengabdi bagi kemajuan Kabupaten Kaimana,” pungkasnya. (adm/rds)










