Kudus  

Harlah Ke-3, PEKA Muria Gelar Seminar Konservasi Libatkan Generasi Muda

BERSAMA: Yayasan Penggiat Konservasi Muria (PEKA Muria) memperingati Hari Lahir ke-3 pada Sabtu (18/7/2026) dengan menggelar Seminar Konservasi di SMK Duta Karya Kudus. (DOK PRIBADI/JOGLO JATENG)

KUDUS, Joglo Jateng – Yayasan Penggiat Konservasi Muria (PEKA Muria) memperingati Hari Lahir ke-3 pada Sabtu (18/7/2026). Mereka menggelar Seminar Konservasi bertema “Generasi Hijau: Membangun Harapan, Melestarikan Lingkungan” di Aula SMK Duta Karya Kudus.

Kegiatan tersebut menjadi ruang kolaborasi bagi pegiat lingkungan, akademisi, pemangku kebijakan, sekolah, serta generasi muda. Tujuannya untuk memperkuat komitmen menjaga kelestarian Pegunungan Muria.

Seminar menghadirkan sejumlah narasumber yang memiliki perhatian besar terhadap isu lingkungan. Yakni peneliti dan pemerhati konservasi Muria Fawaz, Founder Kresek Indonesia Faesal Adam, serta Ketua PEKA Muria Teguh Budi Wiyono.

Ketua PEKA Muria, Teguh Budi Wiyono menegaskan bahwa kondisi hutan Muria saat ini membutuhkan perhatian serius dari seluruh pihak. Terutama generasi muda sebagai penerus gerakan konservasi.

Ia mengungkapkan, kawasan hutan Muria pernah mengalami tekanan besar akibat penebangan pada periode 1994–1998. Hal itu menyebabkan penyusutan luas hutan secara signifikan.

“Hutan Muria pernah memiliki luas sekitar 11.000 hektare. Kini kawasan hutan yang masih tersisa hanya sekitar dua ribu hektare,” ungkap Teguh.

Karena itu, konservasi dinilai tidak bisa dikerjakan oleh satu komunitas saja. Melainkan membutuhkan kolaborasi lintas sektor dan keberlanjutan gerakan.

Menurutnya, menjaga Pegunungan Muria bukan hanya tentang mempertahankan keberadaan pohon. Lebih dari itu, melestarikan ekosistem juga berarti melindungi sumber kehidupan masyarakat.

Kawasan tersebut memiliki peran penting dalam menjaga mata air dan keanekaragaman hayati. Hingga menjaga nilai budaya yang telah melekat dalam kehidupan masyarakat sekitar.

Sebagai tuan rumah kegiatan, SMK Duta Karya Kudus turut menunjukkan komitmennya terhadap pendidikan berwawasan lingkungan. Sebagai Sekolah Adiwiyata, sekolah tersebut terus menanamkan kepedulian terhadap lingkungan melalui budaya sekolah dan proses pembelajaran.