PURWOREJO, Joglo Jateng – Ikatan Guru Taman Kanak-kanak Indonesia (IGTKI) Kabupaten Purworejo mengadakan seminar pendidikan di Ganeca Convention Hall (GCH), Rabu (22/7/2026). Seminar pendidikan yang mengambil tema “Penguatan Karakter Menghadapi Era 5.0” itu menghadirkan pembicara Prof Dr Christine Wibowo, Guru Besar Universitas Katolik (Unika) Soegijapranata Semarang.
Dalam materinya, Prof Christine mengajarkan tentang bagaimana membuka pandangan baru mengenai pengajaran anak-anak.
“Contohnya, ada keluhan, kok sekarang anak-anak pada kurang ajar ya, nggak kayak dulu, ya berarti itu salah kita kurang perhatian,” kata Prof Christine.
Dia menyampaikan teori umum dari orang yang sering mengambinghitamkan orang atau hal yang terdekat. “Contohnya adalah gadget, semua menyalahkan gadget, dulu menyalahkan televisi. Kita harus introspeksi, tidak semua salah benda, kan gadget itu benda mati,” katanya.
Lanjutnya, setiap masa ada tuntutannya, jadi jangan pernah mengatakan jika mental anak-anak tidak kuat. Christine memaparkan, dari hasil penelitian, tidak ada hubungan gadget dengan perilaku anak, jadi dia meminta untuk setop menyalahkan gadget.
“Yang berperan mendidik karakter anak usia 0-12 tahun adalah ibu. Usia 3-5 tahun adalah ayah, 5-7 ayah, usia 7-12 tahun juga ayah berperan membentuk karakter anak. Jika ibu mengasihi dan ayah memberikan pendidikan karakter, tidak ada anak yang sulit,” ungkapnya.
Menurut dia, guru berperan dalam pendidikan saat usia anak menginjak 7-12 tahun. Dia mengingatkan bahwa guru bukan pemeran utama dalam mendidik karakter di usia tersebut.
“Usia 7-12 ayah berperan penting dalam pendidikan karakternya, guru bukan peran utama, jadi jangan ambil alih peran ayah. Didiklah anak-anak dengan segenap hati, segenap cinta, jadi undang ayah, parenting. Meski guru memiliki peran pendukung tapi jangan pernah hilangkan peran ayah, peran pembantu ayah adalah ibu,” urai Prof Christine.
Sementara itu, Ketua Panitia Seminar Pendidikan, Nurmana Eny menyampaikan, latar belakang diadakan kegiatan ini karena banyak guru-guru Gen Z yang susah menumbuhkan kebiasaan anak bijak bermedia sosial.
“Tidak hanya untuk anak-anak saja, tapi juga untuk guru, agar bijak menggunakan media sosial. Setiap tahun IGTKI selalu mengadakan event di bulan Januari dan Juli baru ada di Purworejo. Peserta tidak hanya untuk guru bersertifikat saja,” katanya. (mrn/ree/rds)










