BANJARNEGARA, Joglo Jateng – Keberadaan Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 27 yang dipusatkan di Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Banjarnegara memberikan dampak nyata bagi penanganan masalah sosial dan pendidikan daerah. Program pendidikan berasrama (boarding school) ini hadir memberikan jaminan sekolah gratis berkualitas bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu dan menekan angka anak tidak sekolah.
Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA) Kabupaten Banjarnegara, Riatmojo Ponco Nugroho, mengungkapkan, seluruh fasilitas penunjang belajar dan kebutuhan personal siswa di SRMP ditanggung penuh oleh pemerintah melalui sinergi Kementerian Sosial dan Kementerian PUPR.
“Siswa di SRMP SKB mendapatkan seluruh fasilitas secara gratis. Mulai dari tempat tidur, meja belajar, makan tiga kali sehari, seragam, pakaian olahraga, sepatu, peralatan sekolah, hingga kebutuhan pribadi harian seperti perlengkapan mandi dan bedak untuk siswa perempuan. Semuanya dicukupi,” kata Ponco kepada Joglo Jateng, Kamis (23/7/2026).
Pada tahun ajaran 2025/2026, SRMP 27 Banjarnegara telah menampung 75 siswa yang terbagi dalam tiga rombongan belajar (rombel). Memasuki tahun ajaran 2026/2027, minat masyarakat untuk mendaftarkan anak mereka melonjak drastis. Berdasarkan data sistem aplikasi Setara, tercatat sebanyak 228 anak mendaftar.
Meski demikian, kuota penerimaan dari pemerintah pusat untuk rintisan tahun ini dibatasi sebanyak 30 siswa (1 rombel) yang terdiri dari 19 siswa perempuan dan 11 siswa laki-laki.
“Animo masyarakat sangat tinggi. Pendaftar mencapai 228 anak, namun kuota rintisan dari pusat tahun ini ditargetkan 30 anak. Kondisi ini makin menguatkan harapan agar gedung permanen di Kelurahan Kenteng bisa segera terealisasi sehingga mampu menampung hingga 1.080 anak,” tambahnya.
Lebih lanjut, Kemensos juga berencana memberikan tambahan fasilitas penunjang berupa bantuan satu unit laptop untuk setiap siswa yang naik ke kelas dua guna mendukung pembelajaran berbasis digital. (cr1/ree/rds)










