Kemudian Tim B mengkaji dampak terhadap biota dan ekosistem laut. Sedangkan Tim C melakukan penilaian terhadap dampak sosial dan ekonomi yang dirasakan masyarakat sekitar.
Selain identifikasi kondisi di lapangan, tim juga mengambil sampel kualitas air di sekitar lokasi insiden.
Sebagian sampel diperoleh melalui penyelaman untuk mengetahui kondisi lingkungan di dasar perairan yang diduga terdampak tumpahan batu bara.
Menurut Havid, hasil pengambilan sampel tersebut akan dianalisis. Hal ini guna mengukur tingkat pencemaran serta dampaknya terhadap lingkungan Perairan Mororejo.
“Seluruh data yang diperoleh dari joint survey akan menjadi acuan bersama dalam proses penyelesaian sengketa lingkungan hidup,” jelasnya.
Data tersebut diharapkan mampu memberikan gambaran yang menyeluruh. Baik dari sisi kerusakan ekologis maupun dampak sosial ekonomi yang ditimbulkan akibat insiden tumpahan batu bara.
“Hasil survei ini diharapkan menjadi dasar penyelesaian sengketa yang dilakukan secara objektif, transparan, dan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan,” tandasnya. (oka/gih/rds)










